Setiap karyawan sebuah perusahaan swasta maupun bumn pasti memiliki kartu BPJS apalagi karyawan di Indonesia. Jika kalian sudah berhenti dari pekerjaan kalian, kalian bisa mencairkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan. Nah persyaratan apa saja yg harus dibawa saat kalian akan mencairkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan. Mari baca lebih lanjut artikel ini
Yang harus dibawa sebagai persyaratan adalah
1. Bawalah surat keterangan sudah berhenti dari pekerjaan baik asli maupun FC
2. Selembar FotoCopy KTP dan Aslinya
3. Selembar FotoCopy Kartu Keluarga dan Aslinya
4. Fotocopy buku rekening dan aslinya
5. FotoCopy kartu BPJS Ketenagakerjaan dan aslinya.
Prosesnya bawalah semua persyaratan tersebut ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di daerahmu lalu isilah formulir yg telah disediakan. Tunggulah antrian untuk pengecekan dokumen. Terimalah bukti transaksi. Selesai
Today's News Today's news merupakan blog yg memberikan tips untuk kalian, segala macam tips yg akan memudahkan hidup kalian. Dan ingatlah 1 hal Bahagia itu diciptakan bukan datang tanpa diundang.
Monday, December 3, 2018
SYARAT PENCAIRAN BPJS KETENAGAKERJAAN
PEMBELAJARAN PERSONAL
Pembelajaran bukanlah suatu konsep atau praktik yang sederhana, melainkan bersifat kompleks dan menjadi tugas, serta tangggung jawab guru dalam membelajarkan peserta didiknya. Pengelolaan pembelajaran yang baik harus dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan dan prinsip-prinsip pembelajaran. Namun, dalam praktiknya permasalahan sering terjadi dalam pembelajaran, apakah itu bersumber dari kemampuan guru dalam mengajar atau input siswa bahkan dari unsur-unsur pendukung lainnya.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran sangat kompleks. Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam pembelajaran. Strategi dan manajemen guru untuk mengatasi masalah pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, setiap mata pelajaran dan peserta didik mempunyai karakteristik yang unique, terutama anak berkebutuhan khusus, yakni anak tunarungu. Keunikan tersebut menjadi sebuah daya tarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian ini
Model pembelajaran personal beranjak dari pandangan kedirian atau selfhood dari individu (Soekamto, 1984). Dengan demikian, konsep ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik, bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam proses pembelajaran.
Menurut Rogers (1986) ada lima fase dalam model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan motivasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian tindakan kelas. Adapun data hasil pengamatan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Namun, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya memberikan gambaran nyata tentang variabel, gejala atau keadaan. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah informasi yang aktual saat dilaksanakannya penelitian.
Hal penting yang harus diketahui bahwa penerapan model personal, lebih menekankan kepada guru agar melakukan pendekatan secara individu kepada siswa. Strategi, pemilihan media atau alat peraga serta penggunaannya sangat membantu anak untuk berkomunikasi (non verbal). Hal ini merupakan langkah yang sangat efektif dan efesien untuk membangkitkan siswa dalam belajar. namun demikian, guru juga disarankan untuk memanajemen anak secara klasikal.
Terdapat kelemahan dalam penerapan model pembelajaran personal, yakni pada tahap ketiga dalam hal lemahnya anak untuk berdiskusi. hal ini diasumsikan karena anak tunarungu memIliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara. Oleh karena itu, dapat disarankan kepada para peneliti atau guru untuk dapat mengembangkan model personal dalam penerapannya atau dapat mengaplikasikannya pada bidang studi dan/atau jurusan lainnya.
2. Rumpun model- model Pribadi/individual
Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita, yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri.
Jenis-jenis model pembelajaran pribadi seperti tercantum pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Model-Model Pembelajaran Personal (Pribadi)
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
No. Nama Model
Pembelajaran Tokoh Misi/tujuan/manfaat
1 Pengajaran Non
Direktif
Carl Rogers Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik.
2. Latihan
Kesadaran
Fritz Perls
William Schutz Pembentukan kemampuan menjajagi dan
menyadari pemahaman diri sendiri.
3 Sinektik
William
Gordon Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
4 Sistem
Konseptual
David Hunt Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas.
5 Pertemuan kelas
William
Glasser Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya.
Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang biasanya disusun berdasarkan prinsip dan teori
ilmu pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelarajan berdasarkan prinsip-
prinsip pendidikan, teori - teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisissistem
atau teori-teori lain ( Joyce dan Weil 1980 ). Ahli model pembelajaran Joyce dan
Weil mempelajari model-model pembelajaran berdasarkan teori yang
dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran.
Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk
mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce dan Weil
berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang
dapat digunakan untuk memebentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka
panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran
dikelas atau yang lain (Joyce dan Weil, 1980 : 1 ). Model pembelajaran dapat
dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang
sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan dalam proses pengajarannya
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:
1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar adari para ahli tertentu.
Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen
dan berdasarkan teori Jhon Dewey. Model ini dirancang untuk melatih
partisipasi kelompok secara demokratis.
2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berfikir
induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif.
3. Dapat dijadikan untuk pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar
mengajar dikelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki
kreatifitas dalam pelajaran mengarang.
4. Memiliki bagian -bagian model yang dinamakan :
( 1 ). Urutan langkah - langkah pemebelajaran ( syntax ),
( 2 ) adanya prinsip - rinsip reaksi,
( 3 ) sistem sosial,
( 4 ) sistem pendukung.
Keempat bagaian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan
melaksanakan suatu pembelajaran.
5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak
tersebut meliputi:
( 1 )Dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur ,
( 2 )Dampak pengiring, yaitu dampak belajar jangka panjang .
6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman
model pembelajaran yang dipilihnya.
Pengertian Model Pembelajaran Personal
Permasalahan dalam dunia pendidikan begitu kompleks, mulai dari
masalah penerimaan, penyampaian, media, kemampuan siswa, dan lain-lain.
Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam sebuah pembelajaan. Untuk dapat
mengatasi masalah tersebut perlu adanya strategi dan managemen dalam
mengatasi masalah pembelajaran tersebut. Selain itu setiap mata pelajaran
menuntut kebutuhan khusus yang berbeda pada peserta didik, terutama anak
berkebutuhan khusus seperti tunarungu. Anak berkebutuhan khusus adalah anak
yang membutuhkan perhatian khusus, yang berbeda dengan anak normal. Salah
satu srategi dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengunakan model
pembelajaran personal.
Model pembelajaran personal adalah model pembelajaran yang
menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi
pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya
sendiri. Model pembelajaran memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan
realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang
lain dan lingungannya. Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu
berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional
peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan
lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi peserta didik mampu membentuk
hubungan harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Tokoh
humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur
Comb.
Dengan demikian, model ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau
peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik,
bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih
baik.
Fase Penerapan Model Pembelajaran Personal Kepada Peserta
didik
Dalam penerapan model pembelajaran personal kepada peserta didik
memiliki beberapa fasa atau tahapan. MenurutR o g e r s (1986) ada lima fase dalam
model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar
siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru
memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah
yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai
kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan
tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan
mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan
motivasi.
6. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam
proses pembelajaran.
Kelompok Model Personal
Kelompok model personal memusatkan perhatian pada pandangan
perseorangan dan berusaha menggalakan kemandirian yang produktif, sehingga
manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
termasuk dalam kelompok model pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Pengajaran tanpa arahan (Non Directive Teaching)
2. Sinektiks (synectis model)
3. Latihan kesadaran (awareness training), dan
4. Pertemuan kelas (class room).
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran sangat kompleks. Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam pembelajaran. Strategi dan manajemen guru untuk mengatasi masalah pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, setiap mata pelajaran dan peserta didik mempunyai karakteristik yang unique, terutama anak berkebutuhan khusus, yakni anak tunarungu. Keunikan tersebut menjadi sebuah daya tarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian ini
Model pembelajaran personal beranjak dari pandangan kedirian atau selfhood dari individu (Soekamto, 1984). Dengan demikian, konsep ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik, bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam proses pembelajaran.
Menurut Rogers (1986) ada lima fase dalam model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan motivasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian tindakan kelas. Adapun data hasil pengamatan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Namun, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya memberikan gambaran nyata tentang variabel, gejala atau keadaan. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah informasi yang aktual saat dilaksanakannya penelitian.
Hal penting yang harus diketahui bahwa penerapan model personal, lebih menekankan kepada guru agar melakukan pendekatan secara individu kepada siswa. Strategi, pemilihan media atau alat peraga serta penggunaannya sangat membantu anak untuk berkomunikasi (non verbal). Hal ini merupakan langkah yang sangat efektif dan efesien untuk membangkitkan siswa dalam belajar. namun demikian, guru juga disarankan untuk memanajemen anak secara klasikal.
Terdapat kelemahan dalam penerapan model pembelajaran personal, yakni pada tahap ketiga dalam hal lemahnya anak untuk berdiskusi. hal ini diasumsikan karena anak tunarungu memIliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara. Oleh karena itu, dapat disarankan kepada para peneliti atau guru untuk dapat mengembangkan model personal dalam penerapannya atau dapat mengaplikasikannya pada bidang studi dan/atau jurusan lainnya.
2. Rumpun model- model Pribadi/individual
Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita, yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri.
Jenis-jenis model pembelajaran pribadi seperti tercantum pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Model-Model Pembelajaran Personal (Pribadi)
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
No. Nama Model
Pembelajaran Tokoh Misi/tujuan/manfaat
1 Pengajaran Non
Direktif
Carl Rogers Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik.
2. Latihan
Kesadaran
Fritz Perls
William Schutz Pembentukan kemampuan menjajagi dan
menyadari pemahaman diri sendiri.
3 Sinektik
William
Gordon Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
4 Sistem
Konseptual
David Hunt Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas.
5 Pertemuan kelas
William
Glasser Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya.
Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang biasanya disusun berdasarkan prinsip dan teori
ilmu pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelarajan berdasarkan prinsip-
prinsip pendidikan, teori - teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisissistem
atau teori-teori lain ( Joyce dan Weil 1980 ). Ahli model pembelajaran Joyce dan
Weil mempelajari model-model pembelajaran berdasarkan teori yang
dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran.
Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk
mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce dan Weil
berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang
dapat digunakan untuk memebentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka
panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran
dikelas atau yang lain (Joyce dan Weil, 1980 : 1 ). Model pembelajaran dapat
dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang
sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan dalam proses pengajarannya
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:
1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar adari para ahli tertentu.
Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen
dan berdasarkan teori Jhon Dewey. Model ini dirancang untuk melatih
partisipasi kelompok secara demokratis.
2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berfikir
induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif.
3. Dapat dijadikan untuk pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar
mengajar dikelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki
kreatifitas dalam pelajaran mengarang.
4. Memiliki bagian -bagian model yang dinamakan :
( 1 ). Urutan langkah - langkah pemebelajaran ( syntax ),
( 2 ) adanya prinsip - rinsip reaksi,
( 3 ) sistem sosial,
( 4 ) sistem pendukung.
Keempat bagaian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan
melaksanakan suatu pembelajaran.
5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak
tersebut meliputi:
( 1 )Dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur ,
( 2 )Dampak pengiring, yaitu dampak belajar jangka panjang .
6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman
model pembelajaran yang dipilihnya.
Pengertian Model Pembelajaran Personal
Permasalahan dalam dunia pendidikan begitu kompleks, mulai dari
masalah penerimaan, penyampaian, media, kemampuan siswa, dan lain-lain.
Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam sebuah pembelajaan. Untuk dapat
mengatasi masalah tersebut perlu adanya strategi dan managemen dalam
mengatasi masalah pembelajaran tersebut. Selain itu setiap mata pelajaran
menuntut kebutuhan khusus yang berbeda pada peserta didik, terutama anak
berkebutuhan khusus seperti tunarungu. Anak berkebutuhan khusus adalah anak
yang membutuhkan perhatian khusus, yang berbeda dengan anak normal. Salah
satu srategi dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengunakan model
pembelajaran personal.
Model pembelajaran personal adalah model pembelajaran yang
menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi
pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya
sendiri. Model pembelajaran memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan
realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang
lain dan lingungannya. Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu
berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional
peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan
lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi peserta didik mampu membentuk
hubungan harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Tokoh
humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur
Comb.
Dengan demikian, model ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau
peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik,
bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih
baik.
Fase Penerapan Model Pembelajaran Personal Kepada Peserta
didik
Dalam penerapan model pembelajaran personal kepada peserta didik
memiliki beberapa fasa atau tahapan. MenurutR o g e r s (1986) ada lima fase dalam
model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar
siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru
memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah
yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai
kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan
tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan
mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan
motivasi.
6. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam
proses pembelajaran.
Kelompok Model Personal
Kelompok model personal memusatkan perhatian pada pandangan
perseorangan dan berusaha menggalakan kemandirian yang produktif, sehingga
manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
termasuk dalam kelompok model pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Pengajaran tanpa arahan (Non Directive Teaching)
2. Sinektiks (synectis model)
3. Latihan kesadaran (awareness training), dan
4. Pertemuan kelas (class room).
tanya sang anak (kahlil gibran)
konon pada suatu desa terpencil
terdapat sebuah keluarga
terdiri dari sang ayah dan ibu serta seorang anak gadis muda dan naif!
pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
"Ibu!
"mengapa aku dilahirkan wanita??"
sang ibu menjawab
"karena ibu lebih kuat dari ayah!"
sang anak terdiam dan berkata
"kenapa jadi begitu?"
sang anak pun bertanya pada sang ayah
"Ayah!
"kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
ayah pun menjawab
"karena ibumu seorang wanita!!!"
sang anak kembali terdiam
dan sang anak kembali bertanya!
"Ayah!
"apakah aku lebih kuat dari ayah?"
dan sang ayah pun kembali menjawab
"iya, kau adalah yang terkuat!"
sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerutkan dahinya.
dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain
"ayah!"
apakah aku lebih kuat dari ibu?"
ayah kembali menjawab
"iya kaulah yang terhebat dan terkuat"
"kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?"
sang anak kembali melontarkan pertanyaan.
sang ayahpun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan
"karena engkau adalah buah dari cintanya, cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.
cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!"
"dan kau adalah segalanya buat kami
kebahagianmu adalah kebahagiaan kami
tawamu adalah tawa kami
dan cintamu adalah cinta kami"
dan sang anak pun kembali bertanya!
'apa itu cinta, ayah?
"apa itu cinta, ibu?
sang ayah dan ibu pun tersenyum!
dan mereka pun menjawab
"KAU, kau adalah cinta kami sayang..."
terdapat sebuah keluarga
terdiri dari sang ayah dan ibu serta seorang anak gadis muda dan naif!
pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
"Ibu!
"mengapa aku dilahirkan wanita??"
sang ibu menjawab
"karena ibu lebih kuat dari ayah!"
sang anak terdiam dan berkata
"kenapa jadi begitu?"
sang anak pun bertanya pada sang ayah
"Ayah!
"kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
ayah pun menjawab
"karena ibumu seorang wanita!!!"
sang anak kembali terdiam
dan sang anak kembali bertanya!
"Ayah!
"apakah aku lebih kuat dari ayah?"
dan sang ayah pun kembali menjawab
"iya, kau adalah yang terkuat!"
sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerutkan dahinya.
dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain
"ayah!"
apakah aku lebih kuat dari ibu?"
ayah kembali menjawab
"iya kaulah yang terhebat dan terkuat"
"kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?"
sang anak kembali melontarkan pertanyaan.
sang ayahpun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan
"karena engkau adalah buah dari cintanya, cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.
cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!"
"dan kau adalah segalanya buat kami
kebahagianmu adalah kebahagiaan kami
tawamu adalah tawa kami
dan cintamu adalah cinta kami"
dan sang anak pun kembali bertanya!
'apa itu cinta, ayah?
"apa itu cinta, ibu?
sang ayah dan ibu pun tersenyum!
dan mereka pun menjawab
"KAU, kau adalah cinta kami sayang..."
FENOMENA GURU SUKWAN/SUKARELAWAN
Guru sukarelawan atau biasa disebut guru sukwan adalah guru yang mengajar pada sekolah negeri baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas. Di Indonesia banyak sekali yang bekerja sebagai guru sukwan, karna pada dasarnya banyak yang menjadikan pekerjaan sebagai guru sukwan untuk mengawali karir mereka selanjutnya sebagai Pegawai Negeri Sipil(PNS). Kebanyakan orang berfikir bahwa setiap orang yang ingin menjadi PNS guru terutama, mereka harus menjalankan profesi sebagai guru sukwan selama bertahun-tahun lamanya. akan tetapi juga tidak sedikit orang menjadi guru sukwan karena memang passion mereka ingin menjadi seorang pengajar yang sesuai dengan tujuan Undang-Undang Dasar 1945 "mencerdaskan kehidupan bangsa". bukan hal yang mudah memang untuk menjalankan profesi sebagai guru sukwan karena selain mengajar mereka juga diwajibkan untuk mengelola administrasi sekolah yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab mereka. Jangan tanyakan jumlah gaji yang mereka terima karena akan sangat tidak manusiawi jika dibandingkan dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. dan mungkin itu juga yang menjadi alasan sarjana pendidikan beralih profesi menjadi pegawai swasta/pebisnis karena pekerjaan dan gaji kurang berkesinambungan.
kebanyakan orang berfikir, namanya juga sukarelawan harusnya rela berkorban tanpa pamrih. Iya, beda cerita jika guru sukarelawan yang pada dasarnya bekerja mencari nafkah di sekolah tersebut. 2 hari yang lalu saya sempat bertanya kepada salah seorang kawan saya yang berprofesi sebagai guru sukwan pada salah satu sekolah dasar yang berada disalah satu kota di Jawa Timur.
saya: "bagaimana pak? apakah terjun didunia pendidikan lebih baik kali ini??
teman: " tantangan lebih tinggi menariknya, dan masalahnya lebih complicated."
saya: " apakah gaji juga masih sama? kok aku mendengar banyak keluhan guru sukwan sana sini."
teman: " masih sama lah, tapi beberapa sekolah gaji bisa bertambah seiring dengan masa kerja dan tugas tambahannya. iyalah banyak keluhan karena lebih banyak mengerjakan admisnistrasi daripada ngajarnya. hahahaha"
saya: " maka itu aku masih harus berfikir ulang untuk terjun ke dunia pendidikan, apalagi dengan kebutuhan hidup saat ini, karna basicly kerja juga butuh gaji. hingga setidaknya ada kesinambungan antara pekerjaan dan hasil yang diperoleh. btw kenapa gajinya sedikit sekali??
teman: " karena tidak ada anggaran, kecuali kamu ngajar di SD yang ada yayasannya itu pasti gajinya juga lumayan."
saya: " kenapa kalo gak ada anggaran harus ada sukwan ya?"
teman: "karena kebutuhan guru disekolah"
saya: "sekolah butuh pekerja, harusnya juga sudah siap dana untuk menggaji pekerjanya."
teman: terjunlah ke lapangan, nanti akan tahu yang sebenarnya terjadi, apalagi kalo kamu nanti bukan hanya guru kelas, tapi juga merangkap sebagai tenaga-tenaga lain. hahahaha"
saya: "aku semakin heran saja, sekolah bilang butuh guru tapi tidak ada anggaran untuk bayar kebutuhan mereka. dan seharusnya kan PNS yang ada disekolah tersebut kan yang seharusnya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu sebagai tugasnya menjadi pegawai negeri, coba misal gaji mereka dibagi untuk guru-guru sukwan juga yang membantu mereka mengerjakan tugas-tugasnya. karena kesejahteraan guru sukwan kan perlu ditngkatkan juga."
teman: masalahnya PNS-PNS disekolah2 sudah pada lanjut usia sedangkan hampir semua pekerjaan sekarang memakai sistem komputerisasi dan internet, mau gimana lagi"
saya:" makanya itu kan seharusnya meraka mau membagi gajinya untuk sukwan juga, pekerjaannya kan dibagi.
teman: " itu kan hak mereka kalo masalah gaji, kalo kita gak kebagian berarti kan bukan hak kita."
saya: " kalo bukan hak, kenapa pekerjaan menjadi sebuah kewajiban sukwan?"
teman: " jika kamu besok mau terjun langsung ke dunia pendidikan terutama menjadi sukwan jangan berfikir seperti itu, kamu kan terbebani, kamu gak akan nyaman kerja bareng mereka, just enjoy setiap moment insyaalloh bisa legowo."
saya: "sukwan itu hal yang berat dan memberatkan, tapi meringankan pekerjaan guru yang sudah PNS. tapi mengapa seakan mereka tidak berpikir kearah sana untuk mensejahterakan yang jelas2 merka butuhkan tenaganya."
teman: nah makanya kan aku bilang, masalahnya complicated karena yang jadi goalnya selalu gaji. mangkanya harus mikir berkali-kali kalo mau jadi sukwan. karena kita akan masuk dalam kebijakan-kebijakan dan sistem yang sudah ada sebelumnya, bukan kita masuk kemudian membuat kebijakan-kebijakan baru atau bahkan menciptakan sistem yang baru.
saya: gitu ya? kenapa harus begitu ya? kenapa sistem yang salah tidak diubah? dan seolah menjadikan sistem itu seperti (kalo mau kerjakan pekerjaan itu, kalo gamau ya sudah masih banyak kok yang mau mengerjakan bahkan tanpa digaji sekalipun) seperti itu.
teman: cobalah sukwan dulu, di SD negeri kemudian rasakanlah sendiri sensasinya.
kemudian, rasa penasaranku semakin muncul dengan beribu pertanyaan yang berputar-putar dikepalaku. aku mencoba survey kembali pada beberapa teman lain yang juga sukwan didaerah masing-masing di Sekolah Dasar tentunya diJawa Timur. aku mengirimkan pertanyaanku pada grub chating teman-teman kuliahku yang basicly ada didunia pendidikan.
saya: teman-teman saya ingin mengajukan pertanyaan, survey lebih tepatnya. untuk yang menjadi sukwan. apa alasan kalian memilih sukwan? dan apakah gaji sukwan cukup untuk kebutuhan transport dan konsumsi kalian selama ini?
jawaban 1 dari teman yang sudah menikah dan memiliki anak
" kalo aku sih dulu ngajar di SD gaji 525.000 dan ngelesi dll total pendapatan sebulan 700.000-1.000.000, tetap gak cukup mungkin karna aku boros dan akhirnya aku menyerah milih berbisnis yang hasilnya pasti"
jawaban 2 dari teman yang belum menikah dan masih tinggal bersama orangtuanya di kota
" kalo aku sih memang ingin jadi guru SD dan alhamdulillah cukup, soalnya rejeki sudah ada yang mengatur. gaji saya dapat dari pemda 1.500.000 plus dari sekolah 500.000 jadi total 2.000.000 belum kalo ngelesi. jadi alhamdulillah cukup."
jawaban 3 dari teman yang belum menikah dan sukwan dikota lain
"kalo aku nyari yang linier dengan jurusan, kalo ikut ortu pasti cukuplah cuman kalo hidup diperantauan gak bakal cukup kalo gak disambi dengan kerja yang lain"
jawaban 4 dari teman yang sudah menikah dan suaminya sudah menjadi abdi negara
" untuk bayar listrik, air, iuran RT, arisan, lipstik bedak, sepatu fantofel yang rusak, jajan sesama guru, kredit2 ini itu gak bakal cukup. tapi intinya ikhlas pasti enjoy . . .
BERSAMBUNG . . .
RPP TEMATIK KELAS 3 SEMESTER II TEMA PEKERJAAN
RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Tema : Pekerjaan
Mata pelajaran terkait :
Bahasa Indonesia, Pkn, IPS.
Jenjang Pendidikan :
Sekolah Dasar
Kelas/Semester : 3/II
Alokasi waktu : 2 x 35 menit
A. Standar kompetensi
IPS
2.
Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang
Bahasa Indonesia
4.
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk paragraf dan
puisi
PKn
3. Memiliki harga diri sebagai
individu
B. Kompetensi Dasar
IPS
2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan
Bahasa Indonesia
4.2 Melengkapi puisi anak berdasarkan
gambar
PKn
3.2 Memberi contoh bentuk harga
diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri
sendiri dan lain lain
C. Indikator
1.
Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di
lingkungan sekitar
2.
Menjelaskan jenis-jenis pekerjaan yang ada
dilingkungan sekitar
3.
Mengidentifikasi puisi anak.
4.
Membuat puisi yang dengan tema pekerjaan
5.
Membacakan puisi yang berhubungan dengan
pekerjaan.
6.
Menganalisis kelebihan dan kekurangan teman
dalam membaca puisi
D. Tujuan Pembelajaran
1.
Siswa mampu menyebutkan jenis-jenis pekerjaan
yang ada di lingkungan sekitar setelah guru mengajukan pertanyaan.
2.
Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis pekerjaan
yang telah disebutkan setelah penugasan dari guru.
3.
Siswa mampu mengidentifikasi puisi anak, setelah
melihat contoh puisi yang diberikan oleh guru.
4.
Siswa mampu membuat puisi setelah melihat gambar
yang disediakan guru.
5.
Siswa mampu membacakan puisi yang telah dibuat,
setelah mendapat perintah dari guru.
6.
Siswa mampu menganalisis kelebihan dan
kekurangan teman setelah pembacaan puisi.
E. Materi Pembelajaran
·
Jenis-jenis pekerjaan
·
Puisi
F. Langkah Pembelajaran
1.
Pra
Kegiatan
a.
Salam Pembuka
b.
do’a
c.
Presensi
2.
Kegiatan
awal
a.
Apersepsi
Siswa dikondisikan siap
belajar dengan menyanyikan lagu “abang tukang bakso”
b.
Eksplorasi materi
Guru melakukan tanya jawab
tentang materi yang akan dipelajari.
“Anak-anak, ada yang tahu
kita hari ini akan belajar apa?”.
“Ya, hari ini kita akan belajar tentang jenis-jenis
pekerjaan.
c.
Eksplorasi tujuan
Guru melakukan tanya
jawab tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini. Guru juga
mengemukakan manfaat materi yang akan dipelajari.
3.
Kegiatan
inti
·
Siswa menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang
mereka ketahui
·
Siswa menerima LKS dari guru
·
Siswa mengisi LKS dari guru
·
Siswa membentuk kelompok, setiap kelompok
terdiri dari 2-3 siswa.
·
Guru menyiapkan gambar sesuai dengan tujuan
·
Siswa diminta mengamati gambar
·
Siswa yang telah dikelompokkan menganalisa
gambar dan membuat puisi dari gambar tersebut.
·
Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya
·
Kelompok yang lain menuliskan kelebihan dan
kekurangan kelompok yang presentasi.
4. Kegiatan akhir
a.
Kesimpulan
Siswa dengan bimbingan guru
menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
b.
Evaluasi
Siswa mengerjakan soal
evaluasi secara individu.
c.
Refleksi
Siswa mengungkapkan kesan atas
kegiatan pembelajaran hari ini.
d.
Tindak lanjut
Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa.
e.
Penutup (do’a dan
salam).
G.
Metode dan Model Pembelajaran
Metode : Ceramah, tanya jawab, pengamatan, dan
pemberian tugas.
Model : Example non examples.
H.
Media dan Sumber Belajar :
·
Media
1.
Gambar
2.
Lembar Kerja Siswa.
·
Sumber
Belajar
1.
Buku paket IPS SD/MI :
Nursa’ban, M. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Sunarso. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
2.
Buku paket Bahasa Indonesia SD/MI :
sulistyaningsih, Mei. 2007. Bahasa Indonesia 3: untuk Sekolah Dasar & Madrasah Ibtidaiyah kelas
III/oleh Mei Sulistyaningsih. – Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
3.
Buku paket PKn SD/MI
Edy, Santoso. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008
4.
Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan) Mata Pelajaran IPS SD dan MI.
I. Penilaian
a.
Penilaian Proses
Prosedur :
penilaian diambil ketika proses pembelajaran berlangsung.
Jenis : perbuatan
Bentuk : kegiatan (aktivitas)
Alat : lembar pengamatan
b.
Penilaian Hasil
Prosedur :
penilaian diambil setelah pembelajaran berakhir.
Jenis : tes tulis
Bentuk : objektif dan subjektif
Alat : soal, kunci jawaban, dan
penskoran
J.
Lampiran
Lampiran 1 :
Rangkuman materi
Lampiran 2 :
Lembar Kerja Siswa
Lampiran 3 :
Lembar penilaian proses
Lampiran 4 :
Soal evaluasi dan kunci jawaban
Lampiran 5 :
Pedoman penskoran
Lampiran 1
RANGKUMAN MATERI
1.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orang harus
bekerja.
2.
Pekerjaan yang menghasilkan barang misalnya
petani, peternak, penjahit, tukang kayu.
3.
Pekerjaan yang menghasilkan jasa atau
layanan misalnya guru, dokter, polisi.
4.
Dalam bekerja, orang harus memiliki semangat
kerja.
5.
Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja
antara lain kerja keras, jujur, dan disiplin.
|
LAMPIRAN
2
LEMBAR KERJA SISWA
Tanggal :
...................................
Nama :
...................................
Kelas :
………………………...
No.Abs :
…………………………
No.
|
Nama
Pekerjaan
|
Penjelasan
|
Jenis pekerjaan mana yang kamu senangi? Mengapa
demikian?
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
|
LEMBAR KERJA KELOMPOK
Nama kelompok:
Anggota :
1. 3.
2. 4.
|
______________________
_________________________________
_________________________________
_________________________________
_________________________________
_________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
Bercerita tentang
apa puisi tersebut?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
|
1. Lembar Pengamatan Proses
No.
|
Nama siswa
|
Aspek yang Diamati
|
Kegiatan
|
||||||||
Keaktifan
|
Ketepatan
|
Keberanian
|
|||||||||
A
|
B
|
C
|
A
|
B
|
C
|
A
|
B
|
C
|
|||
Kriteria Skor :
- Aspek
keaktifan
A.
= Jika siswa aktif mengajukan tanggapan, dan pertanyaan.
B.
= Jika
siswa hanya aktif mengajukan pertanyaan atau tanggapan.
C.
= Jika
siswa tidak aktif mengajukan pertanyaan dan tanggapan.
- Aspek Ketepatan
A.
= jika siswa tepat menjawab pertanyaan yang
diajukan.
B.
= Jika
siswa kurang tepat menjawab pertanyaan yang
diajukan.
C.
= Jika
siswa tidak tepat menjawab pertanyaan yang diajukan.
- Aspek Kerjasama
A.
= Jika
siswa berani tampil secara sukarela
B.
= Jika
siswa berani tampil setelah ditunjuk oleh guru.
C.
= Jika
siswa tidak berani tampil.
Konversi Nilai Kualitatif ke dalam Nilai Kuantitatif
Nilai
Kualitatif
|
Nilai
Kuantitatif
|
A
B
C
|
86 – 100
71 – 85
56 – 70
|
Rumus Penilaian Proses :
= ………..
Keterangan
:
NP = Nilai
proses N2
= Nilai ketepatan
N1 =
Nilai kektifan N3
= Nilai keberanian
SOAL EVALUASI
Nama :
....................................
Kelas : .....................................
|
A. Pilihlah jawaban yang benar dengan
memberi tanda silang (X)
pada huruf
a, b, atau c!
1. Untuk
memenuhi kebutuhan, orang harus . . . .
a. meminta-minta b.
bekerja c.
belajar
2. Jenis
pekerjaan yang menghasilkan barang adalah . . . .
a. petani b. dokter c. sopir
3. Jenis
pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah . . . .
a. peternak b.
dokter c. petani
4. Mau mengakui
kekurangan dan mau belajar lagi merupakan sikap . . . .
a. pemalu b.
berani c. jujur
5. Agar
pekerjaan tepat waktu, harus . . . .
a. jujur b.
disiplin c. santai
Badut
Wajahmu
sangat lucu
Membuat
semua yang melihat
Tak jadi
cemberut
Badut
………………………….
…………………………..
KUNCI
JAWABAN
A.
1. B
2. A
3. B
4. C
5. B
B. Subjektif
Pedoman
Penskoran
Penilaian
Hasil à Soal
Evaluasi
Skor = Jumlah soal yang
benar x bobot x 100
MES
Keterangan
: MES
(skor maksimal) = 20
Bobot tiap soal objektif = 2
Jumlah soal objektif = 5
Bobot tiap soal subjektif = 10
Jumlah soal subjektif = 1
Nilai Akhir
2
NA : Nilai Akhir
NP : Nilai Proses
NH : Nilai Hasil
PENILAIAN TERHADAP TEMAN
No.
|
Nama
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Subscribe to:
Posts (Atom)