Showing posts with label EDUCATIONS. Show all posts
Showing posts with label EDUCATIONS. Show all posts

Monday, December 3, 2018

PEMBELAJARAN PERSONAL

Pembelajaran bukanlah suatu konsep atau praktik yang sederhana, melainkan bersifat kompleks dan menjadi tugas, serta tangggung jawab guru dalam membelajarkan peserta didiknya. Pengelolaan pembelajaran yang baik harus dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan dan prinsip-prinsip pembelajaran. Namun, dalam praktiknya permasalahan sering terjadi dalam pembelajaran, apakah itu bersumber dari kemampuan guru dalam mengajar atau input siswa bahkan dari unsur-unsur pendukung lainnya.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran sangat kompleks. Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam pembelajaran. Strategi dan manajemen guru untuk mengatasi masalah pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, setiap mata pelajaran dan peserta didik mempunyai karakteristik yang unique, terutama anak berkebutuhan khusus, yakni anak tunarungu. Keunikan tersebut menjadi sebuah daya tarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian ini
Model pembelajaran personal beranjak dari pandangan kedirian atau selfhood dari individu (Soekamto, 1984). Dengan demikian, konsep ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik, bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam proses pembelajaran.
Menurut Rogers (1986) ada lima fase dalam model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan motivasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian tindakan kelas. Adapun data hasil pengamatan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Namun, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya memberikan gambaran nyata tentang variabel, gejala atau keadaan. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah informasi yang aktual saat dilaksanakannya penelitian.
Hal penting yang harus diketahui bahwa penerapan model personal, lebih menekankan kepada guru agar melakukan pendekatan secara individu kepada siswa. Strategi, pemilihan media atau alat peraga serta penggunaannya sangat membantu anak untuk berkomunikasi (non verbal). Hal ini merupakan langkah yang sangat efektif dan efesien untuk membangkitkan siswa dalam belajar. namun demikian, guru juga disarankan untuk memanajemen anak secara klasikal.
Terdapat kelemahan dalam penerapan model pembelajaran personal, yakni pada tahap ketiga dalam hal lemahnya anak untuk berdiskusi. hal ini diasumsikan karena anak tunarungu memIliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara. Oleh karena itu, dapat disarankan kepada para peneliti atau guru untuk dapat mengembangkan model personal dalam penerapannya atau dapat mengaplikasikannya pada bidang studi dan/atau jurusan lainnya.
2. Rumpun model- model Pribadi/individual
Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita, yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri.
Jenis-jenis model pembelajaran pribadi seperti tercantum pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Model-Model Pembelajaran Personal (Pribadi)

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
No. Nama Model
Pembelajaran Tokoh Misi/tujuan/manfaat
1 Pengajaran Non
Direktif
Carl Rogers Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik.
2. Latihan
Kesadaran
Fritz Perls
William Schutz Pembentukan kemampuan menjajagi dan
menyadari pemahaman diri sendiri.
3 Sinektik
William
Gordon Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
4 Sistem
Konseptual
David Hunt Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas.
5 Pertemuan kelas
William
Glasser Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya.
Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang biasanya disusun berdasarkan prinsip dan teori
ilmu pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelarajan berdasarkan prinsip-
prinsip pendidikan, teori - teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisissistem
atau teori-teori lain ( Joyce dan Weil 1980 ). Ahli model pembelajaran Joyce dan
Weil mempelajari model-model pembelajaran berdasarkan teori yang
dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran.
Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk
mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce dan Weil
berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang
dapat digunakan untuk memebentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka
panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran
dikelas atau yang lain (Joyce dan Weil, 1980 : 1 ). Model pembelajaran dapat
dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang
sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan dalam proses pengajarannya
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:
1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar adari para ahli tertentu.
Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen
dan berdasarkan teori Jhon Dewey. Model ini dirancang untuk melatih
partisipasi kelompok secara demokratis.
2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berfikir
induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif.
3. Dapat dijadikan untuk pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar
mengajar dikelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki
kreatifitas dalam pelajaran mengarang.
4. Memiliki bagian -bagian model yang dinamakan :
( 1 ). Urutan langkah - langkah pemebelajaran ( syntax ),
( 2 ) adanya prinsip - rinsip reaksi,
( 3 ) sistem sosial,
( 4 ) sistem pendukung.
Keempat bagaian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan
melaksanakan suatu pembelajaran.
5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak
tersebut meliputi:
( 1 )Dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur ,
( 2 )Dampak pengiring, yaitu dampak belajar jangka panjang .
6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman
model pembelajaran yang dipilihnya.
Pengertian Model Pembelajaran Personal
Permasalahan dalam dunia pendidikan begitu kompleks, mulai dari
masalah penerimaan, penyampaian, media, kemampuan siswa, dan lain-lain.
Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam sebuah pembelajaan. Untuk dapat
mengatasi masalah tersebut perlu adanya strategi dan managemen dalam
mengatasi masalah pembelajaran tersebut. Selain itu setiap mata pelajaran
menuntut kebutuhan khusus yang berbeda pada peserta didik, terutama anak
berkebutuhan khusus seperti tunarungu. Anak berkebutuhan khusus adalah anak
yang membutuhkan perhatian khusus, yang berbeda dengan anak normal. Salah
satu srategi dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengunakan model
pembelajaran personal.
Model pembelajaran personal adalah model pembelajaran yang
menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi
pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya
sendiri. Model pembelajaran memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan
realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang
lain dan lingungannya. Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu
berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional
peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan
lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi peserta didik mampu membentuk
hubungan harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Tokoh
humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur
Comb.
Dengan demikian, model ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau
peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik,
bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih
baik.
Fase Penerapan Model Pembelajaran Personal Kepada Peserta
didik
Dalam penerapan model pembelajaran personal kepada peserta didik
memiliki beberapa fasa atau tahapan. MenurutR o g e r s (1986) ada lima fase dalam
model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar
siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru
memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah
yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai
kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan
tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan
mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan
motivasi.
6. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam
proses pembelajaran.
Kelompok Model Personal
Kelompok model personal memusatkan perhatian pada pandangan
perseorangan dan berusaha menggalakan kemandirian yang produktif, sehingga
manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
termasuk dalam kelompok model pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Pengajaran tanpa arahan (Non Directive Teaching)
2. Sinektiks (synectis model)

3. Latihan kesadaran (awareness training), dan
4. Pertemuan kelas (class room).

RPP TEMATIK KELAS 3 SEMESTER II TEMA PEKERJAAN

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Tema                                 : Pekerjaan
Mata pelajaran terkait       : Bahasa Indonesia, Pkn, IPS.
Jenjang Pendidikan           : Sekolah Dasar
Kelas/Semester                  : 3/II
Alokasi waktu                   : 2 x 35 menit

A.    Standar kompetensi
IPS
2.  Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang

Bahasa Indonesia
4.  Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk paragraf dan puisi

PKn
3. Memiliki harga diri sebagai individu 
  
B.     Kompetensi Dasar
IPS
2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan

Bahasa Indonesia
4.2 Melengkapi puisi anak berdasarkan gambar

PKn
3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain lain



C.    Indikator
1.      Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar
2.      Menjelaskan jenis-jenis pekerjaan yang ada dilingkungan sekitar
3.      Mengidentifikasi puisi anak.
4.      Membuat puisi yang dengan tema pekerjaan
5.      Membacakan puisi yang berhubungan dengan pekerjaan.
6.      Menganalisis kelebihan dan kekurangan teman dalam membaca puisi

D.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar setelah guru mengajukan pertanyaan.
2.      Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis pekerjaan yang telah disebutkan setelah penugasan dari guru.
3.      Siswa mampu mengidentifikasi puisi anak, setelah melihat contoh puisi yang diberikan oleh guru.
4.      Siswa mampu membuat puisi setelah melihat gambar yang disediakan guru.
5.      Siswa mampu membacakan puisi yang telah dibuat, setelah mendapat perintah dari guru.
6.      Siswa mampu menganalisis kelebihan dan kekurangan teman setelah pembacaan puisi.

E.     Materi Pembelajaran
·         Jenis-jenis pekerjaan
·         Puisi

F.     Langkah Pembelajaran
1.      Pra Kegiatan
a.   Salam Pembuka
b.   do’a
c.   Presensi
2.      Kegiatan awal
a.       Apersepsi
Siswa dikondisikan siap belajar dengan menyanyikan lagu “abang tukang bakso”
b.      Eksplorasi materi
Guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari.
“Anak-anak, ada yang tahu kita hari ini akan belajar apa?”.
“Ya, hari ini kita akan belajar tentang jenis-jenis pekerjaan.
c.       Eksplorasi tujuan
Guru melakukan tanya jawab tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini. Guru juga mengemukakan manfaat materi yang akan dipelajari.

3.      Kegiatan inti
·         Siswa menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang mereka ketahui
·         Siswa menerima LKS dari guru
·         Siswa mengisi LKS dari guru
·         Siswa membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 2-3 siswa.
·         Guru menyiapkan gambar sesuai dengan tujuan
·         Siswa diminta mengamati gambar
·         Siswa yang telah dikelompokkan menganalisa gambar dan membuat puisi dari gambar tersebut.
·         Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya
·         Kelompok yang lain menuliskan kelebihan dan kekurangan kelompok yang presentasi.

4.      Kegiatan akhir
a.       Kesimpulan
Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
b.      Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.
c.       Refleksi
Siswa mengungkapkan kesan atas kegiatan pembelajaran hari ini.
d.      Tindak lanjut
Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa.
e.       Penutup (do’a dan salam).

G.    Metode dan Model Pembelajaran
Metode     : Ceramah, tanya jawab, pengamatan, dan pemberian tugas.
Model       : Example non examples.
H.    Media dan Sumber Belajar :
·         Media
1.     Gambar
2.     Lembar Kerja Siswa.

·         Sumber Belajar
1.      Buku paket IPS SD/MI   :
Nursa’ban, M. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Sunarso. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
2.      Buku paket Bahasa Indonesia SD/MI     :
sulistyaningsih, Mei. 2007. Bahasa Indonesia 3: untuk Sekolah Dasar & Madrasah Ibtidaiyah kelas III/oleh Mei Sulistyaningsih. – Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
3.      Buku paket PKn SD/MI
Edy, Santoso. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008

4.      Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Mata Pelajaran IPS SD dan MI.






























I.       Penilaian
a.       Penilaian Proses
Prosedur               : penilaian diambil ketika proses pembelajaran berlangsung.
Jenis                     : perbuatan
Bentuk                 : kegiatan (aktivitas)
Alat                      : lembar pengamatan
b.      Penilaian Hasil
Prosedur               : penilaian diambil setelah pembelajaran berakhir.
Jenis                     : tes tulis
Bentuk                 : objektif dan subjektif
Alat                      : soal, kunci jawaban, dan penskoran

J.      Lampiran
Lampiran 1           : Rangkuman materi
Lampiran 2           : Lembar Kerja Siswa
Lampiran 3           : Lembar penilaian proses
Lampiran 4           : Soal evaluasi dan kunci jawaban
Lampiran 5           : Pedoman penskoran













Lampiran 1


RANGKUMAN MATERI

1.      Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orang harus bekerja.
2.      Pekerjaan yang menghasilkan barang misalnya petani, peternak, penjahit, tukang kayu.
3.      Pekerjaan yang menghasilkan jasa atau layanan misalnya guru, dokter, polisi.
4.      Dalam bekerja, orang harus memiliki semangat kerja.
5.      Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja antara lain kerja keras, jujur, dan disiplin.

 






























LAMPIRAN 2
LEMBAR KERJA SISWA

Tanggal           : ...................................
Nama               : ...................................
Kelas               : ………………………...
No.Abs            : …………………………

No.
Nama Pekerjaan
Penjelasan






Jenis pekerjaan mana yang kamu senangi? Mengapa demikian?

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
 









LEMBAR KERJA KELOMPOK


Nama kelompok:
Anggota :
1.                                 3.
2.                                 4.
 







            ______________________

_________________________________
_________________________________
_________________________________
_________________________________
_________________________________

________________________________
________________________________
________________________________
________________________________

Bercerita tentang apa puisi tersebut?

______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
________________________________











1.      Lembar Pengamatan Proses

No.
Nama siswa
Aspek yang Diamati
Kegiatan
Keaktifan
Ketepatan
Keberanian
A
B
C
A
B
C
A
B
C

















































Kriteria Skor :
  1. Aspek keaktifan
A.       =   Jika siswa aktif mengajukan tanggapan, dan pertanyaan.
B.       =   Jika siswa hanya aktif mengajukan pertanyaan atau tanggapan.
C.       =   Jika siswa tidak aktif mengajukan pertanyaan dan tanggapan.
  1. Aspek Ketepatan
A.       =   jika siswa tepat menjawab pertanyaan yang diajukan.
B.       =   Jika siswa kurang tepat menjawab pertanyaan yang diajukan.
C.       =   Jika siswa tidak tepat menjawab pertanyaan yang diajukan.
  1. Aspek Kerjasama
A.       =   Jika siswa berani tampil secara sukarela
B.       =   Jika siswa berani tampil setelah ditunjuk oleh guru.
C.       =   Jika siswa tidak berani tampil.

Konversi Nilai Kualitatif ke dalam Nilai Kuantitatif
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
A
B
C
86 – 100
71 – 85
56 – 70







Rumus Penilaian Proses :                     

                                        
       = ………..

Keterangan :

NP = Nilai proses                                               N2 = Nilai ketepatan
N1 = Nilai kektifan                                             N3 = Nilai keberanian






















SOAL EVALUASI

Nama     : ....................................
Kelas  : .....................................
 



A. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X)
pada huruf a, b, atau c!
1. Untuk memenuhi kebutuhan, orang harus . . . .
a. meminta-minta    b. bekerja                     c. belajar
2. Jenis pekerjaan yang menghasilkan barang adalah . . . .
a. petani                 b. dokter                     c. sopir
3. Jenis pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah . . . .
a. peternak              b. dokter                      c. petani
4. Mau mengakui kekurangan dan mau belajar lagi merupakan sikap . . . .
a. pemalu                b. berani                      c. jujur
5. Agar pekerjaan tepat waktu, harus . . . .
a. jujur                     b. disiplin                    c. santai

B. Isilah puisi dibawah ini dengan kalimatmu sendiri!
Badut
Wajahmu sangat lucu
Membuat semua yang melihat
Tak jadi cemberut
Badut
………………………….
…………………………..







KUNCI JAWABAN

A.
1. B
2. A
3. B
4. C
5. B

B. Subjektif

Pedoman Penskoran

Penilaian Hasil à Soal Evaluasi

Skor =  Jumlah soal yang benar x bobot   x 100
                               MES
Keterangan :    MES (skor maksimal) = 20
Bobot  tiap soal objektif         = 2
Jumlah soal objektif                = 5
Bobot  tiap soal subjektif        = 10
Jumlah soal subjektif               = 1

Nilai Akhir

NA = NP + NH
                2
NA      : Nilai Akhir
NP       : Nilai Proses
NH      : Nilai Hasil









PENILAIAN TERHADAP TEMAN

No.
Nama
Kelebihan
Kekurangan