Today's News
Today's News Today's news merupakan blog yg memberikan tips untuk kalian, segala macam tips yg akan memudahkan hidup kalian. Dan ingatlah 1 hal Bahagia itu diciptakan bukan datang tanpa diundang.
Friday, January 26, 2024
Mars DaQu (Daarul Qur'an)
Tuesday, October 18, 2022
Muridku Indigo
Monday, April 11, 2022
Twenty one nineteen
Friday, March 25, 2022
Aku dan Ibuku
Tuesday, January 25, 2022
Pengalaman Operasi Polip di dubur
Saturday, January 22, 2022
Kecelakaan Motor membawa banyak pelajaran
Friday, January 14, 2022
Cita2ku jadi kepala sekolah
Saturday, January 8, 2022
Iri
Sunday, February 16, 2020
Pengalaman Operasi Sesar
Monday, December 3, 2018
SYARAT PENCAIRAN BPJS KETENAGAKERJAAN
Setiap karyawan sebuah perusahaan swasta maupun bumn pasti memiliki kartu BPJS apalagi karyawan di Indonesia. Jika kalian sudah berhenti dari pekerjaan kalian, kalian bisa mencairkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan. Nah persyaratan apa saja yg harus dibawa saat kalian akan mencairkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan. Mari baca lebih lanjut artikel ini
Yang harus dibawa sebagai persyaratan adalah
1. Bawalah surat keterangan sudah berhenti dari pekerjaan baik asli maupun FC
2. Selembar FotoCopy KTP dan Aslinya
3. Selembar FotoCopy Kartu Keluarga dan Aslinya
4. Fotocopy buku rekening dan aslinya
5. FotoCopy kartu BPJS Ketenagakerjaan dan aslinya.
Prosesnya bawalah semua persyaratan tersebut ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di daerahmu lalu isilah formulir yg telah disediakan. Tunggulah antrian untuk pengecekan dokumen. Terimalah bukti transaksi. Selesai
PEMBELAJARAN PERSONAL
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran sangat kompleks. Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam pembelajaran. Strategi dan manajemen guru untuk mengatasi masalah pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, setiap mata pelajaran dan peserta didik mempunyai karakteristik yang unique, terutama anak berkebutuhan khusus, yakni anak tunarungu. Keunikan tersebut menjadi sebuah daya tarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian ini
Model pembelajaran personal beranjak dari pandangan kedirian atau selfhood dari individu (Soekamto, 1984). Dengan demikian, konsep ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik, bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam proses pembelajaran.
Menurut Rogers (1986) ada lima fase dalam model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan motivasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian tindakan kelas. Adapun data hasil pengamatan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Namun, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya memberikan gambaran nyata tentang variabel, gejala atau keadaan. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah informasi yang aktual saat dilaksanakannya penelitian.
Hal penting yang harus diketahui bahwa penerapan model personal, lebih menekankan kepada guru agar melakukan pendekatan secara individu kepada siswa. Strategi, pemilihan media atau alat peraga serta penggunaannya sangat membantu anak untuk berkomunikasi (non verbal). Hal ini merupakan langkah yang sangat efektif dan efesien untuk membangkitkan siswa dalam belajar. namun demikian, guru juga disarankan untuk memanajemen anak secara klasikal.
Terdapat kelemahan dalam penerapan model pembelajaran personal, yakni pada tahap ketiga dalam hal lemahnya anak untuk berdiskusi. hal ini diasumsikan karena anak tunarungu memIliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara. Oleh karena itu, dapat disarankan kepada para peneliti atau guru untuk dapat mengembangkan model personal dalam penerapannya atau dapat mengaplikasikannya pada bidang studi dan/atau jurusan lainnya.
2. Rumpun model- model Pribadi/individual
Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model Personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita, yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri.
Jenis-jenis model pembelajaran pribadi seperti tercantum pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Model-Model Pembelajaran Personal (Pribadi)
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
No. Nama Model
Pembelajaran Tokoh Misi/tujuan/manfaat
1 Pengajaran Non
Direktif
Carl Rogers Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik.
2. Latihan
Kesadaran
Fritz Perls
William Schutz Pembentukan kemampuan menjajagi dan
menyadari pemahaman diri sendiri.
3 Sinektik
William
Gordon Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
4 Sistem
Konseptual
David Hunt Didisain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas.
5 Pertemuan kelas
William
Glasser Pengembangan pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya.
Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang biasanya disusun berdasarkan prinsip dan teori
ilmu pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelarajan berdasarkan prinsip-
prinsip pendidikan, teori - teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisissistem
atau teori-teori lain ( Joyce dan Weil 1980 ). Ahli model pembelajaran Joyce dan
Weil mempelajari model-model pembelajaran berdasarkan teori yang
dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran.
Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk
mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce dan Weil
berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang
dapat digunakan untuk memebentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka
panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran
dikelas atau yang lain (Joyce dan Weil, 1980 : 1 ). Model pembelajaran dapat
dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang
sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan dalam proses pengajarannya
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:
1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar adari para ahli tertentu.
Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen
dan berdasarkan teori Jhon Dewey. Model ini dirancang untuk melatih
partisipasi kelompok secara demokratis.
2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berfikir
induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif.
3. Dapat dijadikan untuk pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar
mengajar dikelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki
kreatifitas dalam pelajaran mengarang.
4. Memiliki bagian -bagian model yang dinamakan :
( 1 ). Urutan langkah - langkah pemebelajaran ( syntax ),
( 2 ) adanya prinsip - rinsip reaksi,
( 3 ) sistem sosial,
( 4 ) sistem pendukung.
Keempat bagaian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan
melaksanakan suatu pembelajaran.
5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak
tersebut meliputi:
( 1 )Dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur ,
( 2 )Dampak pengiring, yaitu dampak belajar jangka panjang .
6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman
model pembelajaran yang dipilihnya.
Pengertian Model Pembelajaran Personal
Permasalahan dalam dunia pendidikan begitu kompleks, mulai dari
masalah penerimaan, penyampaian, media, kemampuan siswa, dan lain-lain.
Secara praktis, guru adalah ujung tombak dalam sebuah pembelajaan. Untuk dapat
mengatasi masalah tersebut perlu adanya strategi dan managemen dalam
mengatasi masalah pembelajaran tersebut. Selain itu setiap mata pelajaran
menuntut kebutuhan khusus yang berbeda pada peserta didik, terutama anak
berkebutuhan khusus seperti tunarungu. Anak berkebutuhan khusus adalah anak
yang membutuhkan perhatian khusus, yang berbeda dengan anak normal. Salah
satu srategi dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengunakan model
pembelajaran personal.
Model pembelajaran personal adalah model pembelajaran yang
menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi
pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya
sendiri. Model pembelajaran memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan
realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang
lain dan lingungannya. Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu
berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional
peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan
lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi peserta didik mampu membentuk
hubungan harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Tokoh
humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur
Comb.
Dengan demikian, model ini diusahakan untuk memungkinkan siswa atau
peserta didik dapat memahami keberadaan dirinya sendiri secara baik,
bertanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih
baik.
Fase Penerapan Model Pembelajaran Personal Kepada Peserta
didik
Dalam penerapan model pembelajaran personal kepada peserta didik
memiliki beberapa fasa atau tahapan. MenurutR o g e r s (1986) ada lima fase dalam
model pembelajaran personal, yaitu :
1. Mengartikan situasi yang sudah ada, yaitu guru memberikan motivasi agar
siswa bebas berekpresi
2. Mengembangkan wawasan, siswa mendiskusikan masalah dan guru
memotivasi dan membantu penyelesaian masalah siswa
3. Mengeksplorasi Masalah, siswa dimotivasi untuk mendifinisikan masalah
yang dihadapi. Guru menerima dan mengklarifikasi ide siswa
4. Merencanakan dan membuat keputusan, guru mengklarifikasi berbagai
kemungkinan keputusan yang diambil siswa. Siswa merencanakan
tindakan awal sesuai dengan keputusan yang diambil
5. Mengintegrasikan, siswa menambah pengetahuan yang lebih baik dan
mengembangkan beberapa tindakan yang positif. Guru memberikan
motivasi.
6. Jadi, model personal lebih menekanan pada kesadaran pribadi dalam
proses pembelajaran.
Kelompok Model Personal
Kelompok model personal memusatkan perhatian pada pandangan
perseorangan dan berusaha menggalakan kemandirian yang produktif, sehingga
manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
termasuk dalam kelompok model pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Pengajaran tanpa arahan (Non Directive Teaching)
2. Sinektiks (synectis model)
3. Latihan kesadaran (awareness training), dan
4. Pertemuan kelas (class room).
tanya sang anak (kahlil gibran)
terdapat sebuah keluarga
terdiri dari sang ayah dan ibu serta seorang anak gadis muda dan naif!
pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
"Ibu!
"mengapa aku dilahirkan wanita??"
sang ibu menjawab
"karena ibu lebih kuat dari ayah!"
sang anak terdiam dan berkata
"kenapa jadi begitu?"
sang anak pun bertanya pada sang ayah
"Ayah!
"kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
ayah pun menjawab
"karena ibumu seorang wanita!!!"
sang anak kembali terdiam
dan sang anak kembali bertanya!
"Ayah!
"apakah aku lebih kuat dari ayah?"
dan sang ayah pun kembali menjawab
"iya, kau adalah yang terkuat!"
sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerutkan dahinya.
dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain
"ayah!"
apakah aku lebih kuat dari ibu?"
ayah kembali menjawab
"iya kaulah yang terhebat dan terkuat"
"kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?"
sang anak kembali melontarkan pertanyaan.
sang ayahpun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan
"karena engkau adalah buah dari cintanya, cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.
cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!"
"dan kau adalah segalanya buat kami
kebahagianmu adalah kebahagiaan kami
tawamu adalah tawa kami
dan cintamu adalah cinta kami"
dan sang anak pun kembali bertanya!
'apa itu cinta, ayah?
"apa itu cinta, ibu?
sang ayah dan ibu pun tersenyum!
dan mereka pun menjawab
"KAU, kau adalah cinta kami sayang..."
FENOMENA GURU SUKWAN/SUKARELAWAN
RPP TEMATIK KELAS 3 SEMESTER II TEMA PEKERJAAN
RANGKUMAN MATERI
1.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orang harus
bekerja.
2.
Pekerjaan yang menghasilkan barang misalnya
petani, peternak, penjahit, tukang kayu.
3.
Pekerjaan yang menghasilkan jasa atau
layanan misalnya guru, dokter, polisi.
4.
Dalam bekerja, orang harus memiliki semangat
kerja.
5.
Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja
antara lain kerja keras, jujur, dan disiplin.
|
No.
|
Nama
Pekerjaan
|
Penjelasan
|
Jenis pekerjaan mana yang kamu senangi? Mengapa
demikian?
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
|
Nama kelompok:
Anggota :
1. 3.
2. 4.
|
Bercerita tentang
apa puisi tersebut?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
|
No.
|
Nama siswa
|
Aspek yang Diamati
|
Kegiatan
|
||||||||
Keaktifan
|
Ketepatan
|
Keberanian
|
|||||||||
A
|
B
|
C
|
A
|
B
|
C
|
A
|
B
|
C
|
|||
- Aspek
keaktifan
- Aspek Ketepatan
- Aspek Kerjasama
Nilai
Kualitatif
|
Nilai
Kuantitatif
|
A
B
C
|
86 – 100
71 – 85
56 – 70
|
Nama :
....................................
Kelas : .....................................
|
No.
|
Nama
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|