Friday, November 30, 2018

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dunia pendidikan terus berkembang. Berbagai filsafat yang mendasari pendidikan berkembang semakain pesat, dari perkembangan filsafat-filsafat tersebut pada akhirnya melahirkan berbagai  teori-teori pembelajaran. Hadirnya teori-teori pembelajaran memberi paradigma baru dalam dunia pendidikan terutama tentang hakikat dari pendidikan itu sendiri. Paradigma yang memberi nuansa baru dalam dunia pendidikan antara lain tentang perbedaan antara mendidik dan mengajar. Sebelum berkembangnya teori-teori pembelajaran seperti sekarang ini  seringkali kita menyamakan arti mendidik dan mengajar namun setelah berkembangnya berbagai filsafat pendidikan dan teori-teori pembelajaran, mendidik dan mengajar dipandang mempunyai arti yang berbeda. Dari konsep mendidik mengajar tersebut pada  akhirnya menimbulkan pertanyaan, sampai kapankah manusia harus belajar? Atau dengan kata lain sampai kapankah pendidikan itu dilaksanakan? Apakah sebatas pada sekolah formal layaknya SD,SMP, SMA,PT, atau setelah itu mengikuti kursus ataukah manusia itu akan belajar selama hidupnya/belajar sepanjang hayat terlepas dari mana dia memperoleh sumber belajar dan dengan cara apa dia belajar. Merujuk pada konsep belajar sepanjang hayat yang sedang tren saat ini tentu kita akan bertanya-tanya tentang berbagai jenis pendidikan. Sejauh yang kita tahu pendidikan hanya bisa dikenyam pada sekolah atau lembaga-lembaga formal dan informal lainnya.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan  masalah sebagai berikut:
1.2.1        Apakah perbedaan antara mendidik dan mengajar?
1.2.2        Sampai kapan pendidikan itu dilaksanakan?
1.2.3        Apa saja macam pendidikan?



1.3  Tujuan
1.3.1        Mendeskripsikan perbedaan mendidik dan mengajar
1.3.2        Mendeskripsikan sampai kapan pendidikan itu dilaksanakan
1.3.3        Mengidentifikasi macam-macam pendidikan



























BAB II
PEMBAHASAN

2. Hakekat Pendidikan
              Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
2.1 Perbedaan Antara Mendidik Dan Mengajar
Pada hakikatnya, antara mengajar dan mendidik tidak ada perbedaan yang tegas, karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Terdapat beberapa perbedaan pendapat antara mendidik dan mengajar. Yakni bahwa mendidik adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru untuk membentuk watak, susila, dan budi pekerti anak agar dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab. Sedangkan mengajar adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru untuk mengajarkan suatu ilmu pengetahuan atau melatih keterampilan anak. Dapat kita simpulkan perbedaan mendasar antara mendidik dan mengajar adalah mendidik lebih mengarah pada usaha membelajarkan siswa bagaimana belajar, pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik sedangkan mengajar lebih menekanakan pada transfer pengetahuan. keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia. Contoh seorang guru matematika mengajarkan kepada anak pintar menghitung, tapi anak tersebut tidak penuh perhitungan dalam segala tindakannya, maka kegiatan guru tersebut baru sebatas mengajar belum mendidik. Jadi, jika hasil pengajaran dapat dilihat dalam waktu singkat atau paling lama tiga tahun, keluaran pendidikan tidak dapat dilihat sebagai satu hasil yang segmentatif. Hasil pendidikan tercermin dalam sikap, sifat, perilaku, tindakan, gaya menalar, gaya merespons, dan corak pengambilan keputusan peserta didik atas suatu perkara.



2.2  Sampai Kapan Pendidikan Itu Dilaksanakan
               Manusia hidup
2.3 Macam - Macam Pendidikan
Dalam pendidikan, terdapat macam-macam pendidikan, antara lain pendidikan jasmani dan pendidikan rohani, yang meliputi pendidikan kecakapan, pendidikan ketuhanan, pendidikan kesusilaan, pendidikan keindahan, dan pendidikan kemasyarakatan.
2.3.1 Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani adalah suatu segi pendidikan yang sangat penting, yang tidak dapat dipisahkan dari segi-segi pendidikan yang lain. Bahkan, dapat dikatakan bahwa pendidikan jasmani itu merupakan salah satu alat yang utama bagi pendidikan rohani. Tujuan pendidikan jasmani adalah untuk membentuk kepribadian.
Pendidikan jasmani telah dilaksanakan sejak anak masih kecil di dalam keluarga oleh orang tuanya. Demikianlah, pendidikan jasmani yang diterima oleh anak untuk pertama kalinya merupakan tugas orang tua. Setelah anak bersekolah, segala sesuatu tentang pendidikan jasmani yang telah dimulai dari dalam rumah tangga diteruskan dan diperbaiki oleh sekolah.
Tugas sekolah terhadap pendidikan jasmani anak mempunyai dua segi, antara lain :
1)   Segi positif, yang berarti secara langsung berusaha memupuk perkembangan jasmani anak, seperti kesehatan, ketangkasan, dan keberanian.
2)   Segi preventif, yang berarti secara tidak langsung menjaga perkembangan dan kesehatan jasmani anak supaya tidak mengalami gangguan.

2.3.2 Pendidikan Kecakapan
Pendidikan kecakapan atau pendidikan intelek ialah pendidikan yang bermaksud mengembangkan daya pikir (kecerdasan) dan menambah pengetahuan anak-anak. Sekolah merupakan suatu badan yang terutama sebagai tempat penyelenggara pendidikan intelek. Pendidikan kecakapan merupakan syarat atas dasar untuk melaksanakan macam-macam atau segi-segi pendidikan yang lain. Namun, pada kenyataannya kebanyakan sekolah masih lebih mementingkan pendidikan yang sifatnya kognitif, kurang memperhatikan aspek-aspek pendidikan yang lainnya.
Pendidikan kecerdasan mempunyai dua tugas yang penting, antara lain :
1)   Pembentukan fungsional (pengaruh ilmu jiwa daya)
Pembentukan fungsional atau pembentukan formal ialah pembentukan fungsi-fungsi jiwa, seperti pengamatan, ingatan, fantasi, berpikir, perasaan, dan kemauan.
2)   Pembentukan material
Pendidikan intelek disebut sebagai pembentukan material jika didalamnya bermaksud menambah ilmu pengetahuan atau bahan-bahan (materi) yang dibutuhkan di dalam kehidupan manusia, seperti tanggapan-tanggapan, pengertian-pengertian, pengetahuan-pengetahuan siap (parate kennis), dan keterampilan-keterampilan yang penting bagi kehidupan.

2.3.3 Pendidikan Agama
Di Negara Indonesia, pendidikan agama diselenggarakan dan diatur oleh Departemen Agama yang bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pada mulanya, Depag mengatur dan menyelenggarakan sekolah-sekolah yang berbasis agama saja. Tetapi seiring perkembangan di bidang pendidikan, maka Depag bekerjasama dengan Depdikbud untuk menyelenggarakan pendidikan di Madrasah dengan memberikan pelajaran-pelajaran umum dan menyesuaikan tingkatan sekolahnya dengan tingkatan sekolah umum yang diselenggarakan oleh Depdikbud. Namun, perkembangan tersebut menimbulkan masalah, terutama dalam pengelolaan kurikulum, peningkatan mutu agar sejajar dengan sekolah umum, dan pengangkatan guru-gurunya.
Bagi sekolah non-Islam, tidak teralu mengalami masalah karena penyelenggaraanya ditangani di sekolah-sekolah umum atau di sekolah-sekolah umum swasta yang didirikannya.

2.3.3.1 Tujuan Pendidikan Agama Dan Pengelolaannya
            Dengan bertitik tolak dari GBHN 1983 – 1988, dapat dirumuskan bahwa tujuan pendidikan agama di sekolah-sekolah umum adalah untuk mendidik anak-anak supaya menjadi orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang berarti taat dan patuh menjalankan perintah serta menjauhi larangan-Nya seperti yang diajarkan di dalam Kitab Suci yang dianut agama masing-masing. Pada sekolah-sekolah negeri terdapat dualisme pengelolaan guru, yaitu guru-guru vak umum diangkat dan dikelola oleh Depdikbud, sedangkan guru-guru agama diangkat dan dikelola oleh Depag. Adanya dualisme ini ternyata kemudian dirasakan sebagai suatu kepincangan, terutama bagi pengelolaan pendidikan oleh kepala sekolah. untuk mengatasi kepincangan tersebut, akhirnya pada 1983 – 1984 pengangkatan dan pengelolaan guru-guru agama secar berangsur-angsur diserahkan pada Depdikbud.
2.3.3.2 Proses Penanaman Pendidikan Agama Pada Anak - Anak
            Secara pedagogis, pendidikan agama harus sudah ditanamkan pada anak sejak masih kecil. Sama halnya, dengan segi-segi pendidikan lainnya, pendidikan agama menyangkut tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ini berarti bahwa pendidikan agama buka hanya sekedar memberi pengetahuan tentang agama, tetapi yang utama adalah membisakan anak taat dan patuh menjalankan ibadat dan berbuat serta bertingkah laku sesuai dengan norma-norma yang telah ditetapkan dalam agamanya masing-masing.

2.3.4 Pendidikan Kesusilaan
2.3.4.1 Tujuan Pendidikan Kesusilaan
            Pendidikan kesusilaan atau pendidikan budi pekerti sebenarnya erat sekali hubungannya dengan pendidikan agama. Pendidikan kesusilaan tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial atau kemasyarakatan. Kesusilaan timbul di dalam dan karena adanya masyarakat. Maksud dan tujuan pendidikan kesusilaan ialah memimpin anak setia serta mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal. 
2.3.4.2 Dasar-Dasar Pendidikan Kesusilaan
            Untuk dapat melaksanakan pendidikan kesusilaan dengan baik, maka seorang pendidik harus mengetahui dasar-dasarnya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan kesusilaan tidak akan berhasil hanya dengan berpidato tentang baik dan buruk. Dalam pembentukan watak manusia, menurut John Dewey ada tiga unsur yang penting, yaitu kemauan yang timbul atas inisiatif anak sendiri, kejernihan keputusan yang dapat terbentuk melalui pengalaman anak secara langsung, dan kehalusan perasaan yang dapat ditanamkan dan dikembangkan dengan bekerjasama dalam pergaulan sehari-hari anak.
2.3.4.3 Sumber-Sumber Kesusilaan
            Dalam mencari norma-norma kesusilaan itu, orang dapat berpedoman pada sumber-sumber sebagai berikut :
a)    Agama sebagai sumber kesusilaan
Tiap agama mempunyai peraturan-peraturan, hukum-hukum tentang baik dan buruk yang harus dijauhi ataupun dijalankan oleh penganutnya.
b)   Negara sebagai sumber kesusilaan
Pancasila sebagai dasar negara, bukan berarti hanya sebagai norma-norma kesusilaan yang bersifat nasional saja yang dianjurkan, melainkan juga norma-norma yang bersifat umum, yang berlaku bagi semua manusia di dunia ini.
c)    Masyarakat sebagai sumber kesusilaan
Di dalam masyarakat kecil terdapat solidaritas atau rasa setia kawan yang sangat kuat, dengan adanya saling tolong-menolong dan sikap tenggang rasa. Dengan adanya ikatan adat yang masih sangat kuat, kehidupan orang-orang dalam kelompok itu merupakan kehidupan yang seragam, sehingga tidak terdapat perbedaan antara yang satu dan yang lainnya. Norma yang berlaku disana adalah siapa yang berani berbuat sesuatu yang dianggap melanggar adat dan kesusilaan, biasanya akan diasingkan.
d)   Pribadi sebagai sumber kesusilaan
Pendidikan harus mengusahakan agar anak-anak membentuk pendapat sendiri melalui pengamatan dan pengalamannya sendiri.
e)    Filsafat dan ilmu sebagai sumber kesusilaan
Kesusilaan berarti bahwa manusia menggunakan daya-daya pribadinya dengan cara yang bukan hanya menguntungkan orang lain. Dari sini, jelas terlihat bahwa ilmu memberi kita suatu ukuran atau norma kesusilaan

2.3.5  Pendidikan Keindahan
2.3.5.1 Norma-Norma Keindahan
            Setiap manusia yang normal, sejak kecil telah mempunyai dorongan nafsu ke arah keindahan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pembawaan dan bakat seseorang, lingkungan (milieu) seseorang, aliran seni dan mode yang sedang berlaku, umur seseorang, nama dan kemasyuran pencipta suatu lagu, hubungan kita dengan pencipta kesenian itu.
2.3.5.2 Dasar-Dasar Pendidikan Keindahan
Maksud pendidikan keindahan yang utama ialah mendidik anak-anak supaya dapat merasakan dan mencintai segala sesuatu yang indah dan selalu ingin berbuat dan berlaku menurut norma-norma keindahan.


2.3.5.3 Kebersihan, Kesehatan, Dan Keindahan
Yang dimaksud dengan 3K bukan hanya mengenai benda-benda dan keadaan luar manusia, melainkan juga mengenai batin anak. Jadi, tidak hanya bersih badan dan pakaian saja, tetapi juga jiwanya. Dengan kata lain, pendidikan keindahan tidak terlepas dari pendidikan kesusilaan.
2.3.5.4  Usaha-usaha pendidik
a)    Di dalam rumah tangga
Di dalam rumah tangga orang tua mendidik anak ke arah keindahan melalui membiasakan anak-anak sejak kecil berlaku bersih, membiasakan anak-anak mengerjakan segala sesuatu dengan tertib dan teratur.
b)   Di lingkungan sekolah
Usaha mendidik anak ke arah keindahan melalui kagiatan menghias kelas bersama-sama, mengatur dan memelihara kebun sekolah, dalam berbagai mata pelajaran dapat digunakan untuk memupuk rasa keindahan pada diri anak.

2.3.6  Pendidikan Kemasyarakatan
2.3.6.1 Tugas Dan Tujuan Pendidikan Kemasyarakatan (Pendidikan Sosial)
Tugas dan tujuan pendidikan sosial antara lain mengajar anak-anak yang hanya mempunyai hak saja untuk mengetahui bahwa mereka juga mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara.
2.3.6.2 Lingkungan Sosial Dan Pendidikan Sosial
Segala pengaruh luar yang datang dari orang lain disebut pengaruh lingkungan sosial. Sedangkan, pendidikan sosial adalah pengaruh yang disengaja yang datang dari pendidik itu sendiri.
2.3.6.3 Usaha-Usaha Pendidik
Di lingkungan keluarga usaha mendidik yang dapat dilakukan melalui membiasakan anak sejak kecil untuk hidup bersih dan tertib, mengajarkan anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, membiasakan anak untuk dapat menahan diri terhadap kehendaknya. Di lingkungan sekolah, usaha yang dapat dilakukan bisa secara praktis, melalui berbagai mata pelajaran, dan pendidikan hendaknya harmonis.

Thursday, November 22, 2018

Persiapan untuk khitbah atau Lamaran

Tahap rencana pernikahan berikutnya adalah lamaran/khitbah.
Lamaran merupakan tahapan dasar yg harus dilalui semua pasangan untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Lamaran (khitbah) tidak melulu harus disiarkan,  jika mampu rahasiakan saja.  Karena yg sudah dilamar belum tentu jadi pasangan. Jadi rahasiakan lamaran siarkanlah pernikahan.
@rencana_pernikahan1 akan memberikan kalian list apa saja yg harus disiapkan saat akan melamar pada umumnya.
1. Pasangan
Baik pria maupun wanita harus punya pasangan untuk pelaksanaan prosesi lamaran, jangan sampai melamar diri sendiri karna itu semakin tidak jelas.
2. Keluarga
Bicarakan rencana lamaran kepada keluarga terutama ortu, dan sesepuh karena mereka pernah mengalaminya terlebih dahulu.
3. Cincin
Dalam acara lamaran biasanya akan diselingi dengan acara tukar cincin, karena laki2 tidak diperbolehkan memakai perhiasan alangkah lebih baik jika cincin hanya dipasangkan pada wanita saja (selain menghemat budget juga bisa digunakan untuk keperluan yg lain?) 4. Seserahan
Seserahan boleh dibawa/tidak oleh laki2 karena tergantung pada adat masing2. Seserahan disesuaikan dengan budget dan kebutuhan sang wanita. Pada umumnya seserahan itu meliputi (make-up, peralatan mandi, pakaian dalam,  pakaian, sandal/sepatu)  jika mau ditambahkan boleh seperangkat alat shalat.
@seserahan_banyuwangii bisa dipesan di IG tersebut
5. Hantaran
Dari keluarga laki2 biasanya juga membawa makanan dan buah2an untuk keluarga wanita.  Bisa kue basah,  jajan pasar,  parsel buah tergantung dari budget masing2.
6. Backdrop foto
Untuk keindahan ruangan yg digunakan untuk lamaran,  wanita biasanya menghias dengan backdrop atau hiasan dinding handmade.
7. Perwakilan masing2 keluarga
Untuk melamar diperlukan perwakilan keluarga dalam menyampaikan maksud dan tujuan.
8. Penentuan tanggal pernikahan
Tanggal pernikahan bisa ditentukan saat itu juga jika kedua keluarga sudah saling setuju,  atau menunggu kedatangan keluarga wanita ke rumah laki2 untuk jawaban dan penentuan tanggal.
Demikian list persiapan lamaran dari @rencana_pernikahan1 semoga bermanfaat jangan lupa follow dan share ke teman2 kalian.  Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Tips memilih undangan pernikahan dengan budget minim

Hai sobat @rencana_pernikahan1
Kita bakal kasih kamu tips buat pilih undangan agar biaya nikah kamu tidak membengkak hanya untuk sebuah undangan yg ujung2nya dibuang juga.
Berikut tipsnya
1. Buatlah list jauh2 hari siapa saja yg akan kamu undang dalam pernikahan kamu. Buat list itu perkara mudah tapi susah gaes, kenapa? Karna bisa saja bahkan teman/tetangga dekat pun lupa kamu kasih undangan. Jadi setelah kalian udah dpt tgl nikah kalian list siapa yg akan kalian dan total berapa yg kalian undang mulai dari temen PAUD TK SD SMP SMA KULIAH KERJA Temen les tetangga temen ngaji temen ketemu dijalan dan lain2.
2. Jangan memilih undangan terlalu mahal jika budget kamu pas2an karna kamu hanya akan membuang uang, undangan notabene adalah pemberitahuan bahwa kamu akan menikah, jika sudah tau y sudah undangan akan di gele takkan begitu saja bahkan dibuang. Jika bisa menggunakan undangan 1 lembar gunakan saja asal sopan dengan design yg tetap elegan harga murah kabar sampai dan tidak membuat pernikahan kamu jadi batal juga kan cuma perkara undangan.
3. Searching semua akun yg menawarkan undangan pernikahan, kalo sudah dpt tanyakan harga pada semua akun dan lihat design mereka dengan yg lain, karena ada akun yg ternyata hanya reseller jadi semacam makelar, cari yg asli jadi kalian g bayar double buat undangan kalian. Jangan terburu2 memilih atau menjudge semua akan jelas saat kamu follow akun @rencana_pernikahan1 
4. Tanyakan berapa lama undangan bisa dikirim sesuaikan dengan tanggal pernikahan kamu, undangan disebar seyogyanya 2minggu sebelum kamu menikah jadi jangan sampai 1hari sebelum nikah undangan kamu baru dtg
5. Minta design asli undangan kamu atau soft file untuk apa, untuk mengabari sahabat kamu yg jauh yg gabisa dikasih undangan fisik jadi kalian bisa pakai soft file, jika kalian kreatif kalian juga bisa bikin website atau mini movie untuk undangan kalian.
Itu adalah tips dari @rencana_pernikahan1 untuk kalian dalam memilih undangan. Jangan lupa follow instagram kita yaah bye

Tips menabung untuk menikah

Tabungan untuk rencana pernikahan bukan hanya perlu tapi sangat perlu.
Jika kalian kawula muda yg mendambakan pernikahan elegan dan tak terlupakan mulailah menabung dari sekarang.
Baik pria maupun wanita membutuhkan tabungan masing2 untuk persiapan pernikahan kalian,  jangan hanya mengandalkan sebelah pihak agar segala acara yg kalian idamkan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Tips menabung dari @rencana_pernikahan1 untuk kalian yg punya rencana menikah tahun depan atau tahun depannya lagi 
1. Mulailah bekerja
Untuk menghasilkan uang kalian harus punya pekerjaan,  dengan begitu kalian bisa mengumpulkan pundi2 rupiah dari pekerjaan kalian.
2. Siapkan tabungan khusus
Tabungan khusus disini dimaksudkan agar uang persiapan nikah ini tidak tercampur dengan uang kalian yg lain.  Sehingga kalian bisa fokus dalam menabung.
3. Sisihkan Sebagian Gaji
Khususkan gaji kalian minimal 500k-1000k untuk pernikahan 2thun kedepan. Letakkan pada tabungan khusus.
4. Jangan Mengambil sepeserpun.
Menabung adalah hal yg mudah tapi dianggap susah. Karna banyak dari insan2 muda kehilangan tabungan pernikahan untuk kehidupan saat ini yg harusnya sudah bisa dibatasi. Jangan melirik sekalipun tabungan kalian sampai masanya tiba.
Itulah 4 tips menabung dari @rencana_pernikahan1 semoga bermanfaat jangan lupa follow IG kita untuk rencana pernikahan yg kalian inginkan
#tipsrencanapernikahan

Tuesday, May 15, 2018

About my job

Hai guys
Barusan w upload konten baru di utub channel w, plis subscribe sekarang juga biar adsense w bisa jalan layaknya Blog ini dan agar semua bisa cair pada waktunya oh my God I hope soooooo.
Ini link utub w plis subscribe sekarang
https://www.youtube.com/channel/UCxALX_Ia-ej2MltwQwASadQ
Yap hari ini sampe detik ini w masih kerja sebagai karyawan swasta, di perusahaan mobil terkenal ya auto2000 w sebutin aja.
Disini w kerja sebagai telemarketer service, u know what. Yes telemarketer service jadi w telponin tuh semua orang yg punya mobil disuruh service. Plis.
Yes g ada yg istimewa dari kerjaan w, selain kadang ada orng dtlp males2an jawabnya atau bentak2 atau curiga kalo w selingkuhan suaminya begitulah macem2 orang hidup. Asal w g dituduh teroris aja masih aman kan. Euuhh (cape denger bom2an akhir2 ini)
Btw guys kenapa w milih kerjaan ini, sebenernya bukan w yg milih kerjaan ini, tapi kerjaan ini yg milih w (ini serius)
Dulu w kuliah jurusan pendidikan trus w lulus kerja di bimbel karna biar sinkron Ama kerjaan w, kemudian disuruh pulang ke peradaban, bukan disuruh, tapi sudah niat. Belum kepikiran juga pulang mau kerja apa, mungkin mau ngajar atau buka bimbel atau apalah. Trus temen nawarin kerja disini dan w nyoba dan yah hingga memasuki tahun ke 3 w tetap disini dengan line tlp dan kompi selalu didepan mata (sampe nulis ini pun w masih berkutat dengan nomor2 customer
Kerja di perusahaan swasta bisa dibilang susah, mudah, ah sudahlah (kata babe Cabita)
Gajinya Mayan lah, tapi percuma juga karna masih pegawai kontrak, apalagi posisi w gabakal bisa jadi pegawai tetap. Dan bagaimanakah karier w kalo w tetap disini, yass right hingga akhir nanti w bakal tetap menjadi telemarketer, maka itu w harus move On sesegera mungkin.
Dan guys tahun ini rencana w buat nikah dan saat itu pula w harus pergi meninggalkan kantor ini karna calon w adalah orang yg kerja di kantor ini juga dan otomatis w harus out karna dia udah karyawan tetap dan w belum dan tidak akan pernah menjadi.
Dan apakah yg akan terjadi dengan kehidupan w berikutnya, yasss w bakal melanjutkan kependidikan w di sekolah (ngajar) maksud w. Btw w banyak bersyukur bisa kerja di kantor w skrng karena dari sini w bisa bantu ortu dan keberlangsungan hidup w sendiri.
Terkadang banyak kehidupan orang lain yg bikin w iri, tapi setelah w liat lagi banyak juga orang yang iri dg hidup w.
Banyak hal yg ingin w ceritain, banyak sekali sampe2 w bingung.

Monday, February 5, 2018

CONTOH RPP KELAS 5 SEMESTER I




NB: JIKA INGIN COPAS SERTAKAN LINK PADA RUJUKAN ANDA, KLIK IKLAN PADA BLOG, DAN TULIS IJIN DIKOLOM KOMENTAR. TERIMAKASIH


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Matematika
Satuan Pendidikan : SD / MI
Kelas/Semester : V(lima) / I (satu)
Hari/Tanggal : 10 Desember 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Materi Pokok : Waktu

  1. STANDAR KOMPETENSI
Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah.

  1. KOMPETENSI DASAR
Melakukan operasi hitung satuan waktu

  1. INDIKATOR
  1. Menentukan waktu dengan notasi 12 jam
  2. Menentukan waktu dengan notasi 24 jam
  3. Melakukan pengerjaan hitung yang melibatkan satuan waktu

  1. PENGEMBANGAN INDIKATOR
    1. Menjelaskan berapa lama waktu dalam sehari semalam !
    2. Menyebutkan pukul berapa pergantian waktu terjadi !
    3. Menjelaskan berapa lama waktu antara matahari terbit sampai matahari tenggelam!
    4. Menjelaskan berapa lama waktu antara matahari terbenam hingga matahari terbit, lamanya 12 jam!.
    5. Menentukan pukul berapa matahari terbit dan pukul berapa matahari tenggelam !
    6. Menentukan pukul berapa tepat tengah hari terjadi !
    7. Memberikan 2 contoh keterangan tanda waktu dengan notasi 12 jam !
    8. Memberikan 2 contoh keterangan tanda waktu dengan notasi 24 jam !
    9. Menjelaskan cara mengubah jam ke menit dan detik, dan sebaliknya!
    10. Menjelaskan cara menjumlahkan angka dengan satuan waktu !
    11. Memberikan 1 contoh mengubah jam ke menit dank e detik, dan sebaliknya!
    12. Memberikan 1 contoh penjumlahan angka dengan satuan waktu!

  1. DAMPAK PENGIRING
Setelah proses pembelajaran, diharapkan siswa akan dapat mengatur waktu dalam kehidupan sehari-hari dan menyelesaikan penjumlahan yang berkaitan dengan satuan waktu.

  1. MATERI POKOK
Waktu

  1. LANGKAH PEMBELAJARAN
No.
Langkah Kegiatan
Pengorganisasian
Kelas
Waktu
1.
Pra Kegiatan :
  1. Salam pembuka
  2. Berdo’a
  3. Presensi siswa
Klasikal
3 menit
2.
Kegiatan Awal
  • Apersepsi
“Anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, Bapak  mempunyai pertanyaan. Kalian bangun tidur jam berapa?. Setelah bangun tidur kalian melakukan apa? (mandi). Kalian mandi lamanya berapa menit? Terus kalian berangkat sekolah jam berapa?. Berapa waktu yang kalian butukan dari rumah ke sekolah?”

Klasikal

5 menit
  • Informasi Materi
“Dari pertanyaan-pertanyaan bapak tadi, coba kalian tebak pada hari ini kita akan mempelajari materi tentang apa? (”waktu pak”) Ya benar sekali anak-anak pada hari ini kita akan mempelajari tentang waktu  ”.
klasikal
1 menit
  • Informasi Tujuan
“Tujuan dari pembelajaran kita hari ini adalah agar nantinya kita bisa mengerti dan memahami tentang pengerjaan hitung yang melibatkan satuan waktu”
Klasikal
1 menit
3.
Kegiatan Inti
  • Siswa membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6-7 orang siswa
  • Siswa menerima LKS dan media
  • Guru meminta kepada siswa agar memahami terlebih dahulu petunjuk-petunjuk pada LKS tersebut
  • Siswa melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk pada LKS
  • Siswa diminta untuk membacakan hasil diskusi
  • Siswa diminta untuk menuliskan hasil diskusi di papan yang telah tersedia
  • Siswa membahas materi yang telah dipelajari dengan bimbingan guru

Klmpk

Klmpk



Klmpk

Klmpk
Klmpk

Individu
40 menit
4.
Kegiatan Akhir
  1. Simpulan
Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari yaitu tentang pengerjaan hitung yang melibatkan satuan waktu.
klasikal
5 menit
  1. Umpan Balik
  • Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan tentang materi yang belum dimengerti kepada guru
  • Siswa menerima soal evaluasi dari guru
  • Siswa mengerjakan soal evaluasi
  • Siswa membahas soal evaluasi dengan bimbingan guru
  • Siswa mengumpulkan hasil evaluasi
klasikal
5 menit
  1. Refleksi
Siswa bersama guru mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran
klasikal
3 menit
  1. Tindak Lanjut
  • Siswa diminta untuk menyelesaikan soal yang berhubungan dengan waktu dalam kehidupan sehari-hari, yaitu membuat daftar kegiatan sehari-hari beserta berapa lama waktu yang digunakan .
klasikal
5 menit
5.
Penutup
  1. Berdo’a
  2. Salam penutup

2 menit

  1. STRATEGI
    1. Pemecahan masalah (Heuristik 2)

  1. METODE
    1. Tanya Jawab
    2. Diskusi
    3. Kerja Kelompok
    4. Penemuan
    5. Penugasan

  1. MEDIA
  1. Model jam
  2. Papan tulis
  3. Sepidol

  1. SUMBER BELAJAR
    1. Aksin, Nur, dkk. 2008. Gemar Matematika 5. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
    2. Soenarjo, RJ. 2008. Matematika 5. 2008. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
    3. Aisyah, Nyimas, dkk. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Nasional.
    4. Hudojo, Herman, Sutawidjaja Akbar. 1996. MAtematika. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti PPPGSD.
    5. Winarni, Endang Setyo, Sri Harmini. 2006. Matematika untuk PGSD (buku 1). Malang: UM Press

  1. PENILAIAN
  1. Prosedur Penilaian
  • Proses : dilaksanakan selama proses pembelajaran
  • Hasil : dilaksanakan pada akhir pembelajaran

  1. Jenis Penilaian
  • Proses : Aktivitas/perbuatan
  • Hasil : Tulis

  1. Bentuk Penilaian
  • Proses : Observasi/Pengamatan
  • Hasil : Subjektif

  1. Alat Penilaian
  • Proses : Lembar Pengamatan
  • Hasil : Soal Evaluasi dan Kunci Jawaban
  1. LAMPIRAN
    1. Rangkuman Materi
    2. Lembar Pengamatan dan Penskoran Lembar Pengamatan
    3. Soal Evaluasi
    4. Kunci Jawaban dan Penskoran Soal Evaluasi
    5. Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
    6. Tugas Individu (PR) dan Penskoran Tugas Individu




Malang, 9 Desember 2009
Mengetahui,
 Dosen Pembimbing, Praktikan,



      Dra. Sri Harmini S.Pd, M.Pd.                                TEAM TEACHING
NIP. 130790129                    NIM.







Lampiran 1
Rangkuman Materi

  • Dalam sehari semalam ada 24 jam.
  • Pergantian tanda waktu adalah tengah malam atau pukul 12 malam
  • Siang hari dari matahari terbit hingga matahari terbenam lamanya12 jam.
  • Malam hari dari matahari terbenam hingga matahari terbit, lamanya 12 jam.
  • Matahari terbit pukul enam pagi, ditulis pukul 06.00 pagi dan matahari terbenam pukul enam sore, ditulis pukul 06.00 sore.
  • Tengah hari pukul dua belas, ditulis pukul 12.00 siang.
  • Menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam, harus diberi keterangan pagi, sore, atau malam. Seperti pukul 08.00 tanpa keterangan mempunyai 2 arti yaitu pukul 08.00 pagi atau pukul 08.00 malam
  • Menentukan Tanda Waktu dengan Notasi 24 Jam
  • Dalam notasi 24 jam, pukul 12.00 malam sama dengan pukul 24.00.
  • Tidak seperti notasi dalam 12 jam, menentukan tanda dengan notasi 24 jam tidak menggunakan keterangan pagi, siang, atau malam, tetapi dengan notasi 00.00 sampai dengan 24.00, contohnya Pukul 08.30, artinya pagi, Pukul 20.30, artinya pukul 08.30 malam.
  • Mengubah Jam ke Menit dan Detik, dan Sebaliknya
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
Contoh:





Lampiran 2

Lembar Pengamatan dan Penskoran Lembar Pengamatan

Mata Pelajaran : Matematika
Satuan Pendidikan : SD/MI
Kelas/Semester : V (lima) / I (satu)
Materi Pokok : Waktu


No

Nama Siswa
Aspek yang diamati
keaktifan
keberanian
kerjasama
penugasan
A
B
C
D
A
B
C
D
A
B
C
D
A
B
C
D
1
2
3
4
5
dst



















Keterangan
Aspek yang dinilai
Indikator
ket
Keaktifan
A. Siswa aktif dengan kemauan sendiri

B. Siswa aktif dengan bimbingan guru

C. Siswa aktif dengan paksaan teman

D. Siswa tidak aktif

Keberanian
A. Siswa berani dengan kemauan sendiri

B. Siswa berani dengan bimbingan guru

C. Siswa berani dengan paksaan teman

D. Siswa tidak berani

Kerja sama
A. Siswa melakukan kerja sama dengan kemauan sendiri

B. Siswa melakukan kerja sama dengan bimbingan guru

C. Siswa melakukan kerja sama dengan paksaan teman

D. Siswa tidak melakukan kerja sama

Penugasan
A. Siswa mengerjakan tugas dengan kemauan sendiri

B. Siswa mengerjakan tugas dengan bimbingan guru

C. Siswa mengerjakan tugas dengan paksaan teman

D. Siswa tidak mengerjakan tugas


Konversi penilaian
Penilaian kualitatif jika dikonversi terhadap penilaian kuantitatif dengan skala 100 adalah sebagai berikut:
Kualitatif
Kuantitatif
A
76 – 100
B
51 – 75
C
26 – 50
D
0 – 25

Penilaian
Np = Nk + Nb + Na + Ns  
       4
Keterangan:
Np = Nilai proses
Nk = Nilai keaktifan
Nb = Nilai keberanian
Na = Nilai kerjasama
Ns = Nilai penugasan





Lampiran 3
Soal Evaluasi

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
  1. Jelaskan berapa lama waktu dalam sehari semalam !
  2. Sebutkan pukul berapa pergantian waktu terjadi !
  3. Jelaskan berapa lama waktu antara matahari terbit sampai matahari tenggelam!
  4. Jelaskan berapa lama waktu antara matahari terbenam hingga matahari terbit !
  5. Tentukan pukul berapa matahari terbit dan pukul berapa matahari tenggelam !
  6. Tentukan pukul berapa tepat tengah hari terjadi !
  7. Berikan 1 contoh keterangan tanda waktu dengan notasi 12 jam !
  8. Berikan 1 contoh keterangan tanda waktu dengan notasi 24 jam !
  9. Jelaskan cara mengubah jam ke menit dan detik, dan sebaliknya!
  10. Jelaskan cara menjumlahkan angka dengan satuan waktu !
  11. Berikan 1 contoh mengubah jam ke menit dan ke detik, dan sebaliknya!
  12. Berikan 1 contoh penjumlahan angka dengan satuan waktu!












Lampiran 4
Kunci Jawaban Evaluasi

Kunci Jawaban
  1. sehari semalam ada 24 jam.
  2. Pergantian tanda waktu adalah tengah malam atau pukul 12 malam
  3. Lama antara matahari terbit hingga matahari terbenam lamanya12 jam.
  4. Malam hari dari matahari terbenam hingga matahari terbit, lamanya 12 jam.
  5. Matahari terbit pukul enam pagi, ditulis pukul 06.00 pagi dan matahari terbenam pukul enam sore, ditulis pukul 06.00 sore.
  6. Tengah hari pukul dua belas, ditulis pukul 12.00 siang.
  7. Menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam, harus diberi keterangan pagi, sore, atau malam. Seperti pukul 08.00 tanpa keterangan mempunyai 2 arti yaitu pukul 08.00 pagi atau pukul 08.00 malam
  8. Menentukan Tanda Waktu dengan Notasi 24 Jam, dalam notasi 24 jam, pukul 12.00 malam sama dengan pukul 24.00.
  9. 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik, 1 jam = 3.600 detik dan sebaliknya
  10. Pertama, detik di jumlahkan dengan detik. Jika hasilnya 60 maka akan ditambahkan angka 1 ke dalam menit(berlaku kelipatannya). Kedua menit di jumlahkan dengan menit. Jika hasilnya 60 maka akan ditambahkan angka 1 ke dalam jam (berlaku kelipatannya). Ketiga jam di jumlahkan dengan jam
  11. 2 jam=…. Menit (aturan 1 jam adalah 60 menit, jadi kalau 2 jam sama dengan 2x60= 120, jadi jawabannya 2 jam = 120 menit)
  12. 1 jam 30 menit 30 detik
2 jam 40 menit 40 detik  +
3 jam 70 menit 70 detik
➔ Jadi 4 jam 11 menit 10 detik
Lampiran 5
Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

Mata Pelajaran : Matematika
Satuan Pendidikan : SD/MI
Kelas/Semester : V (lima) / I (satu)
Materi Pokok : Waktu

Petunjuk Umum
  1. Berdo’alah sebelum mengerjakan!
  2. Bentuklah kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 6 sampai 7 orang siswa
  3. Tulis nomor kelompok dan nama anggota kelompokmu!
  4. Kerjakan sesuai petunjuk!
  5. Bacalah buku:
  • Aksin, Nur, dkk. 2008. Gemar Matematika 5. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
  • Soenarjo, RJ. 2008. Matematika 5. 2008. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  • Aisyah, Nyimas, dkk. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Nasional.
  • Hudojo, Herman, Sutawidjaja Akbar. 1996. MAtematika. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti PPPGSD.
  • Winarni, Endang Setyo, Sri Harmini. 2006. Matematika untuk PGSD (buku 1). Malang: UM Press
Tentang waktu
  1. Bahaslah dengan teliti!
  2. Bila mengalami kesulitan atau kurang jelas, tanyakan pada guru!











Kegiatan 1
Tujuan : 1. Menentukan waktu dengan notasi 12 jam
2. Menentukan waktu dengan notasi 24 jam
Petunjuk Khusus : bacalah buku paket matematika yang kamu miliki!
Berdasarkan buku matematika yang telah kalian pelajari maka jawablah soal-soal di bawah ini bahwa:

Kegiatan 2
Tujuan : Memecahkan masalah yang berhubungan dengan waktu
Petunjuk khusus :
  • Diskusikan dengan teman kelompokmu!
  • Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!

  1. Andi melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Blitar selama 3 jam 20 menit. Di Blitar istirahat selama 40 menit dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Tulungagung selama 75 menit. Jika Andi berangkat pukul 08.00 wib. Jam berapa ia akan sampai ke Tulungagung?
Jawab :





  1. Roni mempunyai pabrik roti. Dalam waktu 15 menit dapat membuat 1 buah roti. Dan dalam waktu 40 menit dapat membuat 1 buah kue tart. Berapa jumlah roti dan kue tart. Jika berproduksi 180 menit! 
Jawab :










Kegiatan 3
Tujuan : menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan waktu
Petunjuk khusus :
  • Perhatikan soal cerita di bawah ini!
  • Diskusikan dengan teman kelompokmu!
  • Kerjakan dengan benar soal cerita di bawah ini!


Lampiran 6
Tugas Individu (PR)
Nama :
No. Absen :
Kelas :
Lengkapilah tabel di bawah ini!

.
Lengakapilah tabel kegiatan berikut ini sesuai dengan kegiatan sehari-hari yang kalian lakukan!
No
Kegiatan
Mulai Pukul
Selesai Pukul
Waktu yang Diperlukan