Saat itu aku masih kuliah semester 3 atau 4 sepertinya aku lupa tepatnya, aku kos dengan banyak kakak tingkat jadi saat itu aku masih jadi mahasiswa. Kakak tingkat di kos ku saat itu sakit ambien aku bertanya tanya apa gejalanya karena aku sudah lama memiliki benjolan di bagian dubur dan kusimpan sendiri sampai saat itu, aku takut sekali ketika ternyata kakak kosku itu ternyata harus operasi karena sudah sangat membesar dan tidak bisa untuk duduk dengan nyaman. Setelah ketakutan beberapa saat aku mencoba menenangkan diri dan mencoba memberanikan diri untuk bercerita, aku cerita pertama kali pada pacarku saat itu sampai menangis bahkan aku cerita tapi tanggapannya biasa saja. Hmmmh ya sudah saja.
Aku memberanikan diri untuk periksa ke dokter spesialis bedah, di salah satu rumah sakit besar di tempatku kuliah diantarkan oleh kakak kosku yg lain. Lalu diperiksa dibagian dubur katanya harus operasi juga hanya saja dokter tidak mengatakan itu benjolan apa, bingung sekali posisinya saat itu karena aku belum bercerita kepada orangtuaku. Menjelang liburan perkuliahan dan menjelang puasa akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita kepada orangtuaku, tanggapan mereka sedikit terkejut dan bertanya kenapa tidak cerita dari dulu alasannya karena kalian tidak pernah seperhatian itu untuk mendengarkan segala keluh kesah seorang anak. Kemudian mereka menyuruh ku pulang untuk pemeriksaan lebih lanjut akhirnya aku pulang, setelah pulang aku bercerita kembali dan aku tunjukkan pula kepada ibuku bentuknya seperti apa.
Ibuku kaget karena sudah panjang dan menjulur keluar, lalu ibu mengajakku periksa disalah satu rumah sakit besar di daerahku lalu dokter bilang dioperasi saja langsung sekarang gapapa itu g bahaya, cuma harus digunting saja. Aku sangat ketakutan karena saat diperiksa saja rasanya sudah sangat sakit dimasukkan alat seperti pipa itu. Lalu kami pulang dan mencoba mencari alternatif lain selain operasi disana.
Lalu salah satu om ku berkata cobalah ke dokter yg buka praktek operasi pribadi di daerah salah satu kota daerahku, kemudian kami kesana untuk pemeriksaan lagi, dokter memeriksa dan mengatakan ini polip harus segera dilakukan tindakan operasi meskipun tidak berbahaya tapi pasti tidak akan nyaman rasanya(benar sekali bahkan membuatku tidak bisa buang air besar dengan lancar. Lalu seminggu kemudian dokter menjadwalkan operasi ku, saat itu adalah operasi pertamaku sangat takut gugup dan pasrah saja. Dokter menyuruhku puasa sejak jam 12 malam agar saat pagi datang langsung bisa dilakukan operasi. Btw operasi tersebut dilakukan di tempat praktek pribadi dokter, bukan dirumah sakit atau klinik kesehatan karena bentuk bangunannya benar2 seperti rumah pada umumnya tapi di dalamnya banyak sekali pasien. Kabarnya perkumpulan dokter tersebut memang sengaja membuka tempat operasi "ilegal" Tersebut untuk membantu pasien2 yg kekurangan biaya jika harus melakukan operasi di rumah sakit, dan ruwetnya birokrasi rumah sakit. Mengurus dokumen ini dan itu menunggu orang semakin parah saja.
Singkat cerita pagi itu aku menunggu jadwal operasiku jam 8 pagi, setelah nama ku dipanggil aku masuk ke ruang operasi. Beberapa dokter sudah menunggu dan menyuruhku untuk naik ke meja operasi lalu dokter memasang infus dan menyuruhku membaca bismillah kemudian disuntikkan obat bius melalui infus belum genap aku membaca al-fatihah suasana ruang operasi menjadi sangat terang putih dan hilang.
Aku sudah tidak ingat apa2 lagi, beberapa jam kemudian aku dipindahkan ke ruang perawatan entah berapa lama aku dalam pengaruh obat bius yg jelas nama pertama yg aku sebut saat itu adalah "nging" Entahlah betapa bucinnya aku saat itu padahal dia khawatirpun tidak, mengabarkan pun tidak, WA tidak, tlp pun juga tidak. Bodoh sekali aku saat itu, setelah aku sadar yg aku cari pertama adalah HP dan yg ku ingin kan adalah menghubunginya Allahuakbar kebodohanku sudah mencapai titik tertinggi. Aku yg sakit aku yg operasi aku yg menghubungi yaaa begitulah hubungan bodohku dulu yg aku pertahankan selama hampir 5th. Oh tuhannn terimakasih sudah memberiku kesadaran penuh. Oke back to the topic
Setelah sudah sadar dari bius operasi aku meraba pantatku yg ternyata ditutupi penuh dengan perban, yg aku pikirkan pertama adalah bagaimana caranya kalo aku mau buang air besar???
Setelah menginap sehari di tempat praktek dokter tersebut akhirnya aku diperbolehkan pulang, aku masih memikirkan bagaimana caranya aku poop sedangkan sudah 2 hari aku tidak poop. Kami pulang sesampainya dirumah masih baik2 saja, pipis berdiri karena gabisa jongkok takut jahitan di dubur sobek. Dan pada malam hari hal yg aku takutkan terjadi, aku kebelet BAB. Mampus batinku saat itu, gimana caranya aku poop ya tuhan, sedangkan pantatku masih penuh dengan perban. Aku tidak berani membangunkan orangtuaku karena sepertinya mereka capek sekali. Lalu aku merambat berjalan ke kamar mandi mencoba berdiri diatas toilet lalu mencoba membuka perbanku sendiri, pelan2 aku buka perban itu perlahan setelah semua terbuka akhirnya broolll pertahanan ambrol semua langsung keluar sakit sekali belas operasi langsung digunakan untuk poop. Aku meringis sambil menangis kesakitan lalu membersihkannya pelan2. Kembali ke kamar kemudian keesokan harinya aku merasa ada sesuatu yg menempel di pantatku seperti tali, aku minta tolong ibuku untuk memeriksanya, ternyata itu adalah benang operasi yg menggantung menjulur keluar dari dubur ku, aku minta tolong ibuku untuk mengguntingnya sepertinya itu ikut keluar saat aja poop malam itu. Setiap pagi dan sore pantatku harus direndam air obat berwarna hitam, sampai pantatku berwarna biru dongker. Itu aku lakukan selama 1 bulan, dan 1 bulan itu aku juga tidak ikut melaksanakan puasa, benar2 saat itu sangat menyakitkan, jangan tanya dia dimana mengabarkan pun tidak. Ntahlah sepertinya memang kami tidak cocok hanya aku memaksakan diri. Dahlah
Itu adalah pengalamanku operasi polip didaerah dubur, sudah sepanjang kelingking dan sebesar kelingking kalo poop menjulur keluar tapi bisa dimasukkan lagi, tidak sakit dan berbeda dengan ambien.
Itu sudah aku miliki sejak aku esempe, awal mulanya aku mengalami kesulitan BAB selalu sembelit lalu di daerah dubur seperti ada jarumnya, beberapa kali aku mengalami pendarahan saat poop apalagi ketika aku memaksa mengejan. Lalu tumbuhlah polip itu awalnya kecil saja tapi lama kelamaan semakin panjang dan menjulur keluar saat bab. Tapi sekarang sudah hilang. Btw setiap cerita saat kuliahku pasti akan tersisip cerita tentang mantan. Karena selama kuliahku aku hanya berpacaran dengannya, mantanku adalah pacar pertamaku tapi bukan suamiku skrg wkwk
Kenapa dulu aku bertahan karena pada dasarnya aku bodoh.
Oke bhay