Tuesday, October 18, 2022

Muridku Indigo

Ini bulan ke 3 aku menjadi guru sekolah dasar, karena pada dasarnya memang aku kuliah pada jurusan pendidikan Guru sekolah dasar. Aku mengajar di sebuah SD swasta Islam, aku mengajar kelas 2 dan menjadi wali kelas. Sebagai wali kelas tentu aku harus paham semua karakter murid-murid ku. Aku menjadi tempat mereka berkeluh kesah, bukan hanya murid tapi juga wali murid. 
Suatu ketika ada pertemuan walimurid, semua walimurid satu persatu aku tanya tentang anak-anak jika dirumah seperti apa. 
Setelah sesi tanya jawab, ada salah satu walimurid yg bercerita jika anaknya indigo, jadi anak ini bisa melihat dunia lain. Awalnya orangtuanya tidak percaya, tapi karena anaknya sering ngobrol sendiri di kamarnya, Lama-lama orang tuanya memahami, pernah suatu ketika berdasarkan penuturan orangtua anak ini dibawa ke pemuka agama, sudah beberapa kali tapi tetap saja tidak bisa ditutup karena kemampuannya ini adalah keturunan dari keluarga. 
Yang lebih ajaib lagi anak ini bisa melihat kejadian yang akan terjadi beberapa waktu ke depan, jadi misal akan ada kecelakaan dia akan berkata kepada ibunya. Tolong suruh minggir dia akan tertabrak dan berdarah. Lalu ternyata kejadian itu benar terjadi. Tapi ibunya masih tidak percaya. Suatu ketika ibunya akan pergi dia berpesan kepada ibunya, jangan pergi nanti ibu jatuh dari sepeda, jangan pergi bu. Tapi tetap ibunya pergi karena tidak percaya, dan ternyata benar terjadi ibunya jatuh tertabrak sepeda. 
Dan banyak kejadian2 yang dia katakan dan ternyata terjadi. 
Tobe continuous

Monday, April 11, 2022

Twenty one nineteen

Dua hari yg lalu aku baru saja selesai menonton drama Korea yg berjudul 2521 twenty five twenty one, beberapa kali aku memberikan komentar jika aku tidak menyukai endingnya karena menurutku itu sangat menyedihkan. 
Akan tetapi setelah aku pikirkan lagi kisahnya kurang lebih sama dengan kisahku bahkan kisah itu lebih baik daripada kisah masa lalu ku. 
Aku punya pacar pertama kali saat berusia 19th saat itu aku kuliah semester 2, aku bahkan tak mengira jika aku akan berpacaran dengannya karena sejujurnya aku tidak menyukai nya 😆
Dia juga tidak terlalu menyukai ku sepertinya karena saat itu dia masih menyukai beberapa wanita namun tak ada yg ia beranikan untuk menyatakannya. Lalu tiba-tiba ada salah seorang teman sekelasku menjodohkan jodohkan aku dengannya katanya dia mirip dengan salah satu artis sinetron waktu itu, tapi menurutku tetap biasa saja. Namun anehnya ntah darimana dan bagaimana ceritanya kami tiba2 menjadi dekat, aku pun tidak tau bagaimana awalnya hanya saja tiba2 kami sering berkirim pesan dan tiba2 saja kami sudah dekat dan menjadi teman tapi mesra mungkin saat itu maksudnya. 

Makin hari rasa ingin memiliki ada akan tetapi disisi lain dia masih menyukai beberapa wanita, dan aku masih didekati beberapa pria. Usia nya saat itu 21th kami masih sama2 muda, namun dia juga belum pernah pacaran, aku pun juga. 
Kami menjalani hari demi hari layaknya sepasang kekasih akan tetapi dia juga tidak pernah menyatakan perasaannya tapi kami sering bersama 😅

Waktu demi waktu berlalu tiba2 saja waktu sudah berjalan lama dan ternyata sudah disebut pacaran. Hampir setiap hari waktu kuliah ku dipenuhi sesak oleh kenangan tentangnya. Mulai semester 2 hingga aku lulus, namun hubungan kami bukan baik baik saja, semakin hari aku merasa semakin jauh karena LDR
Komunikasi tidak berjalan sebagaimana yg aku harapkan, dalam sebuah hubungan aku tak bisa tanpa komunikasi. Selama itu aku terus mengalah untuk tetap bertahan, aku tetap diperantauan untuk menemuinya setiap bulan tapi aku merasa lelah sendiri hingga memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran. Dan selama aku kembali komunikasi kami juga tidak lancar, sangat jarang bahkan bisa dihitung jari. Aku lelah terus mengalah, aku pikir aku harus merubah haluan. Aku lelah menunggu sendirian sudah hampir 5th lama nya. 
Aku berkata aku butuh istirahat dari hubungan ini, aku bukan minta putus tapi aku ingin istirahat. Di sela sela waktu istirahat aku memblokir semua akses dengannya, sosial media whatsapp telpon atau apapun itu semua aku blokir. Aku ingin melihat seberapa butuh dia denganku. Namun nyata nya tak seindah itu, mulai ada orang orang baru yg masuk ke kehidupanku. Aku merasa ahh ini hanya hiburan semata untuk menemani kesepianku, karena jujur saja aku bertahan dengannya karena aku takut dengan status single. Mengalah dan terus mengalah membuatku lelah bahkan aku mulai membuka diri aku ladeni pendekatan pendekatan orang-orang baru itu tapi aku juga tidak ada rasa sama sekali hanya butuh hiburan dan teman kesepian. Aku tidak peduli mereka menganggap apa tapi aku hanya menganggap mereka sebatas teman saja. 

Suatu hari dia datang ke tanah kelahiranku meminta kejelasan hubungan, dia bermaksud ingin melamar tapi aku sudah tidak merasakan ada getaran. Aku mengajaknya kerumah orangtua ku namun dia juga tidak mengatakan apapun, dan orangtua ku pun juga tidak bertanya apapun karena aku juga tidak mengatakan apa-apa. Dia pulang dengan rasa kecewa mungkin karena niatnya terhalang saat itu. Setelah itu hubungan kami bukan makin baik namun malah makin memburuk. 
Suatu pagi dia mengirimiku pesan yg cukup panjang, intinya mengajakku mengakhiri hubungan. Aku bilang jika itu maumu aku bisa apa karena toh aku juga sudah tak memiliki rasa apa2 batinku saat itu. Dia melakukan panggilan video dia menangis saat itu, yaa menangisi keadaan yg mungkin sudah tak bisa diperbaiki kembali, hatiku hampa. Aku tak tahu harus berkata apa hanya melihatnya menangis saja sepanjang video call nya. Ntahlah aku harus bereaksi apa karena aku sudah terlalu lelah. Mungkin saat itu adalah yg terbaik bagi kami karena jika dilanjutkan pun sepertinya aku sudah tidak mampu mencintainya seperti dulu. 
Mungkin agak terlambat namun 3hari setelah itu aku baru menangis, menangis dengan sangat dan menyesakkan hati. Sudah lama aku tidak menangis dan saat itu sangat sakit menurutku. Mungkin karena hubungan kami yg sudah sangat lama, sempat terpikir apakah harus kuucap kata kembali saja. Namun Tuhan menjawabnya dia telah memiliki hati yg baru. Hahaha untung saja aku belum berkata apa apa Tuhan sudah menjawabnya. Tuhan maha baik, menunjukkan segala sesuatu disaat yg tepat dan semestinya. 
Di sela gempuran pendekatan2 orang2 baru yg aku pun tak merasakan apa2. 
Datanglah seorang pria, 2th lebih muda aku bahkan tak terpikir dia mau denganku. Ceritanya akan berlanjut di postingan berikutnya karena ini dengan orang yg berbeda. 

Terimakasih 19-24th ku
Aku masih mengingatnya sampai sekarang, bahkan ketika segala rupa yg sudah pernah kita lalui saat itu. Namun ternyata tidak ada apa2nya dibandingkan kehidupan berikutnyam
Terimakasih
Dan sampai jumpa jika Tuhan mempertemukan disaat yg baik. 

Friday, March 25, 2022

Aku dan Ibuku

Adik perempuan ku WA "mbk disuruh tlp ibu"
Setelah 2 bulan sejak terakhir aku bertemu dg beliau ibuku baru mau berbincang dengan ku dengan senang hati aku menelpon tanpa berpikir apapun, ternyata aku salah mengira. Ibuku tetap sama seperti dulu tidak berubah sama sekali. Kami mulai berbicara dan berakhir dengan luka, selalu seperti itu. 

Pertama kali aku mengingat ibuku adalah ingatan tentang pertengkaran2nya dengan bapakku. Sedari aku lahir mungkin, mereka selalu bertengkar hingga yg kuingat hanyalah itu, suatu hari mereka bertengkar hebat kemudian bapakku bertanya dan memberikan 2 pilihan ikut bapak atau ibuk. Pertanyaan itu terus terulang, hingga akhirnya mereka berpisah. Sejak aku mulai masuk sekolah TK kenangan tentang orangtuaku yg membahagiakan sama sekali tidak ada. Yang aku ingat hanya bapak pergi entah kemana, sedangkan ibu bersenang senang dengan pria lain dan aku sangat jelas mengetahuinya. 
Ibuku punya banyak sekali pria simpanan, bahkan aku pernah diajak kerumah semuanya. Aku masih kecil aku hanya terheran heran kenapa begini, kenapa ibuku berbeda. 

Saat aku kelas 5 SD Bpk ibuku rujuk kembali, aku senang karena aku tidak di olok lagi di sekolah. Tapi sepertinya hanya aku yg berhagia atas rujuknya mereka, mereka tidak. Awal2 mereka masih bisa menahan diri hingga kelas 2 SMP aku memiliki adik semua berjalan semestinya. Namun ketika aku menginjak SMA semua berubah, semua kembali seperti dulu. Banyak pertengkaran2 karena ibuku berselingkuh, aku tau sekali bagaimana sifat ibuku tapi aku menyembunyikannya dari bapakku. Aku tetap menceritakan hal baik tentangnya, ketika bapak curhat tentang ibu aku hanya diam saja tidak bisa menjawab karena aku takut sekali mereka bertengkar, aku sudah trauma dengan pertengkaran.aku sampe menghubungi selingkuhan nya agar tidak menghubungi ibuku lagi. Namun tidak digubris sama sekali. Lalu suatu saat ibuku ketahuan sedang menelpon selingkuhan nya dibelakang rumah orang, bapak tau mereka kembali bertengkar hebat, hape ibuku dibanting sampe pecah berkeping2 sebelumnya mereka berebut hp, aku hampir gila melihat kelakuan mereka, malu, sedih, pusing pingin marah semua tumbuh jadi satu. Bapakku sering ke "orang pintar" Karena katanya ibuku digunakan guna orang. Padahal menurutku tidak, dia memang seperti itu bukan karena digunakan guna tapi memang sifatnya sudah begitu.

Waktu berjalan, ketika SMA aku memilih untuk ngekos karena lelah mendengar pertengkaran mereka lelah sekali. Padahal rumahku ke sekolah hanya berjarak 15 menit. 
Kemudian setelah lulus aku kuliah di luar kota, hubunganku dan orangtuaku berbeda dengan hubungan teman2ku dan orangtuanya. 
Setelah kuliah bahkan aku hanya pulang setahun 2x telpon hanya sebulan sekali. Begitulah, karena setiap tlp hanya berujung pertengkaran, perdebatan, dan permusuhan. 

Sama seperti hari ini, ibuku minta ditelpon ternyata ibuku minta ijin menikah lagi (bapakku meninggal satu setengah tahun yg lalu) 
Aku bilang silahkan jika ingin menikah, tapi aku tidak akan mengakui suamimu sebagai bapakku. 
Dia membandingkannya dengan bagaimana dia menyetujui pernikahanku dan suamiku dengan mudah, dia membolak balikkan omongan mencari pembenaran mencari semua alasan. 

Aku tetap berkata "jika ingin menikah silahkan jika itu membuatmu bahagia, tapi satu hal yg perlu ibu tau aku tidak akan pernah mengakuinya" Lebih baik aku tidak tau sama sekali tidak mengenal sama sekali dan tidak berhubungan sama sekali. 
Silahkan jika ingin menikah. Aku sudah lelah dengan semua yg berhungan dengan sodara tiri. Lelaaahhh
Lalu ibuku marah
Ya sudah. 
Memang dia begitu
Harus bagaimana lagi
Tapi aku tetap tidak akan mengakuinya. Itu keputusanku. 

Tuesday, January 25, 2022

Pengalaman Operasi Polip di dubur

Once upon a time
Saat itu aku masih kuliah semester 3 atau 4 sepertinya aku lupa tepatnya, aku kos dengan banyak kakak tingkat jadi saat itu aku masih jadi mahasiswa. Kakak tingkat di kos ku saat itu sakit ambien aku bertanya tanya apa gejalanya karena aku sudah lama memiliki benjolan di bagian dubur dan kusimpan sendiri sampai saat itu, aku takut sekali ketika ternyata kakak kosku itu ternyata harus operasi karena sudah sangat membesar dan tidak bisa untuk duduk dengan nyaman. Setelah ketakutan beberapa saat aku mencoba menenangkan diri dan mencoba memberanikan diri untuk bercerita, aku cerita pertama kali pada pacarku saat itu sampai menangis bahkan aku cerita tapi tanggapannya biasa saja. Hmmmh ya sudah saja. 
Aku memberanikan diri untuk periksa ke dokter spesialis bedah, di salah satu rumah sakit besar di tempatku kuliah diantarkan oleh kakak kosku yg lain. Lalu diperiksa dibagian dubur katanya harus operasi juga hanya saja dokter tidak mengatakan itu benjolan apa, bingung sekali posisinya saat itu karena aku belum bercerita kepada orangtuaku. Menjelang liburan perkuliahan dan menjelang puasa akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita kepada orangtuaku, tanggapan mereka sedikit terkejut dan bertanya kenapa tidak cerita dari dulu alasannya karena kalian tidak pernah seperhatian itu untuk mendengarkan segala keluh kesah seorang anak. Kemudian mereka menyuruh ku pulang untuk pemeriksaan lebih lanjut akhirnya aku pulang, setelah pulang aku bercerita kembali dan aku tunjukkan pula kepada ibuku bentuknya seperti apa. 
Ibuku kaget karena sudah panjang dan menjulur keluar, lalu ibu mengajakku periksa disalah satu rumah sakit besar di daerahku lalu dokter bilang dioperasi saja langsung sekarang gapapa itu g bahaya, cuma harus digunting saja. Aku sangat ketakutan karena saat diperiksa saja rasanya sudah sangat sakit dimasukkan alat seperti pipa itu. Lalu kami pulang dan mencoba mencari alternatif lain selain operasi disana. 
Lalu salah satu om ku berkata cobalah ke dokter yg buka praktek operasi pribadi di daerah salah satu kota daerahku, kemudian kami kesana untuk pemeriksaan lagi, dokter memeriksa dan mengatakan ini polip harus segera dilakukan tindakan operasi meskipun tidak berbahaya tapi pasti tidak akan nyaman rasanya(benar sekali bahkan membuatku tidak bisa buang air besar dengan lancar. Lalu seminggu kemudian dokter menjadwalkan operasi ku, saat itu adalah operasi pertamaku sangat takut gugup dan pasrah saja. Dokter menyuruhku puasa sejak jam 12 malam agar saat pagi datang langsung bisa dilakukan operasi. Btw operasi tersebut dilakukan di tempat praktek pribadi dokter, bukan dirumah sakit atau klinik kesehatan karena bentuk bangunannya benar2 seperti rumah pada umumnya tapi di dalamnya banyak sekali pasien. Kabarnya perkumpulan dokter tersebut memang sengaja membuka tempat operasi "ilegal" Tersebut untuk membantu pasien2 yg kekurangan biaya jika harus melakukan operasi di rumah sakit, dan ruwetnya birokrasi rumah sakit. Mengurus dokumen ini dan itu menunggu orang semakin parah saja. 
Singkat cerita pagi itu aku menunggu jadwal operasiku jam 8  pagi, setelah nama ku dipanggil aku masuk ke ruang operasi. Beberapa dokter sudah menunggu dan menyuruhku untuk naik ke meja operasi lalu dokter memasang infus dan menyuruhku membaca bismillah kemudian disuntikkan obat bius melalui infus belum genap aku membaca al-fatihah suasana ruang operasi menjadi sangat terang putih dan hilang. 
Aku sudah tidak ingat apa2 lagi, beberapa jam kemudian aku dipindahkan ke ruang perawatan entah berapa lama aku dalam pengaruh obat bius yg jelas nama pertama yg aku sebut saat itu adalah "nging" Entahlah betapa bucinnya aku saat itu padahal dia khawatirpun tidak, mengabarkan pun tidak, WA tidak, tlp pun juga tidak. Bodoh sekali aku saat itu, setelah aku sadar yg aku cari pertama adalah HP dan yg ku ingin kan adalah menghubunginya Allahuakbar kebodohanku sudah mencapai titik tertinggi. Aku yg sakit aku yg operasi aku yg menghubungi yaaa begitulah hubungan bodohku dulu yg aku pertahankan selama hampir 5th. Oh tuhannn terimakasih sudah memberiku kesadaran penuh. Oke back to the topic
Setelah sudah sadar dari bius operasi aku meraba pantatku yg ternyata ditutupi penuh dengan perban, yg aku pikirkan pertama adalah bagaimana caranya kalo aku mau buang air besar??? 
Setelah menginap sehari di tempat praktek dokter tersebut akhirnya aku diperbolehkan pulang, aku masih memikirkan bagaimana caranya aku poop sedangkan sudah 2 hari aku tidak poop. Kami pulang sesampainya dirumah masih baik2 saja, pipis berdiri karena gabisa jongkok takut jahitan di dubur sobek. Dan pada malam hari hal yg aku takutkan terjadi, aku kebelet BAB. Mampus batinku saat itu, gimana caranya aku poop ya tuhan, sedangkan pantatku masih penuh dengan perban. Aku tidak berani membangunkan orangtuaku karena sepertinya mereka capek sekali. Lalu aku merambat berjalan ke kamar mandi mencoba berdiri diatas toilet lalu mencoba membuka perbanku sendiri, pelan2 aku buka perban itu perlahan setelah semua terbuka akhirnya broolll pertahanan ambrol semua langsung keluar sakit sekali belas operasi langsung digunakan untuk poop. Aku meringis sambil menangis kesakitan lalu membersihkannya pelan2. Kembali ke kamar kemudian keesokan harinya aku merasa ada sesuatu yg menempel di pantatku seperti tali, aku minta tolong ibuku untuk memeriksanya, ternyata itu adalah benang operasi yg menggantung menjulur keluar dari dubur ku, aku minta tolong ibuku untuk mengguntingnya sepertinya itu ikut keluar saat aja poop malam itu. Setiap pagi dan sore pantatku harus direndam air obat berwarna hitam, sampai pantatku berwarna biru dongker. Itu aku lakukan selama 1 bulan, dan 1 bulan itu aku juga tidak ikut melaksanakan puasa, benar2 saat itu sangat menyakitkan, jangan tanya dia dimana mengabarkan pun tidak. Ntahlah sepertinya memang kami tidak cocok hanya aku memaksakan diri. Dahlah
Itu adalah pengalamanku operasi polip didaerah dubur, sudah sepanjang kelingking dan sebesar kelingking kalo poop menjulur keluar tapi bisa dimasukkan lagi, tidak sakit dan berbeda dengan ambien. 
Itu sudah aku miliki sejak aku esempe, awal mulanya aku mengalami kesulitan BAB selalu sembelit lalu di daerah dubur seperti ada jarumnya, beberapa kali aku mengalami pendarahan saat poop apalagi ketika aku memaksa mengejan. Lalu tumbuhlah polip itu awalnya kecil saja tapi lama kelamaan semakin panjang dan menjulur keluar saat bab. Tapi sekarang sudah hilang. Btw setiap cerita saat kuliahku pasti akan tersisip cerita tentang mantan. Karena selama kuliahku aku hanya berpacaran dengannya, mantanku adalah pacar pertamaku tapi bukan suamiku skrg wkwk
Kenapa dulu aku bertahan karena pada dasarnya aku bodoh. 
Oke bhay

Saturday, January 22, 2022

Kecelakaan Motor membawa banyak pelajaran

2014 silam 
Hari itu pukul 01.00 dini hari aku diajak pulang ke perantauan oleh om ku adik kandung dari ibuku. Saat itu acara 3harian kakekku yg baru saja meninggal, om ku bekerja di polres sidoarjo saat itu sebagai salah satu staff admin beliau bilang harus sudah ada di kantor pukul 7 pagi maka dari itu beliau mengajakku untuk berangkat bareng dengan sepeda motor. Aku yg saat itu masih menyelesaikan kuliah semester akhir dan tugas akhir di Malang meng iya kan ajakannya karena aku juga harus merampungkan revisian tugas akhirku. Aku baru saja Ujian waktu itu, dan langsung pulang ke kampung halaman karena mendengar berita kakekku meninggal. 
Om ku tidak tidur setelah acara tahlilan aku pun demikian, kami berangkat pukul 01.00 dini hari aku hanya membawa tas ransel ku yg berisi beberapa pakaian, laptop, dan juga kertas revisian skripsi. Om ku juga membawa ransel dan 1 kardus bawaan dari rumah nenek, kami berangkat dengan keadaan yg setengah mengantuk saat itu terutama aku. Berangkat menggunakan motor sambil memangku kardus dan menggendong ransel rasanya sangat susah sekali. Beberapa menit perjalanan aku sering tertidur, om ku memacu motornya dengan kecepatan tinggi karena mengejar waktu. Sampai di gumitir perbatasan Banyuwangi jember kecepatan motornya semakin kencang, aku yg setengah sadar setengah tidak hanya pasrah saja, sampai ketika itu menjelang subuh sekitar pukul 03.00 sudah keluar dari hutan gumitir, suasana gelap dan mencekam masih melewati sawah yg panjang beberapa kali aku sadar dan melihat plang di jalan ohhh sampe mayang lalu aku tertidur lagi dengan kepala menempel pada kardus yg aku pangku. 
Sampai tiba2 sroooooookkkk jediiiiaaarreee brookkk brookk brookkk aku terpelanting kepalaku menghantam pohon jambu dipinggir sawah lalu tubuhku menggelundung ke sungai ditepi sawah, saat itu aku berkata kenapa ini kok basah. Aku masih belum sadar sepenuhnya sampai kepalaku kemasukan air sungai. Lalu aku duduk dalam sungai dan seketika kesadaran dan kedinginan menyelimuti, lalu aku mencari om ku dan memanggil2nya. Beliau berada 100 meter jauhnya dari ku sepeda motornya berada 100 meter darinya dan terbalik di sungai yg sama. 
Astaghfirullah kami mengalami kecelakaan sendirian di tengah sawah sepi belum tampak rumah penduduk dan gelap. Aku bangun dan membawa ranselku ke pinggir jalan, om ku masih berusaha mengangkat motornya. 
Tasku benar2 basah dengan lumpur dan air, laptopku? 
Kami menunggu orang2 lewat ada beberapa pedagang lewat tapi tidak berani berhenti mungkin takut karena area situ bukanlah area yg aman menurutku, sampai tiba2 ada 1 mobil berhenti sekitar 5-6orang laki2 turun lalu membantu mengangkat motor kami, tapi yg aneh mereka juga mengobrak ngabrik isi ransel ku, aku sadar ada yg tidak beres aku saut ransel ku dan aku dekap erat, aku tidak banyak bicara karena masih shock dengan kejadian ini. Adzan subuh berkumandang kami sudah berada di pinggir jalan menunggu pertolongan org yg lain karena pembawa mobil tadi sudah pergi, ada org lewat sepertinya akan berangkat ke sawah lalu memanggil beberapa orang untuk menolong kami, kami dipersilahkan beristirahat di rumah salah satu penduduk membersihkan diri dan istirahat sejenak untuk menghilangkan shock, kaki ku luka wajahku juga luka terhantam kaca helm yg aku pakai mata sebelah kiriku menghitam, helm yg aku pakai retak karena menghantam batang pohon jambu. 
Setelah beristirahat dan diberikan sarapan om ku tetap berniat mengajak berangkat lagi menggunakan sepeda motor dan melarang ku untuk menelpon orangtua dan menceritakan kejadian itu, jadi kami berangkat dengan keadaan yg sangat kacau. Kepalaku pusing jalan pincang muka lebam. 

Kami berhenti untuk beristirahat disetiap perbatasan kota, entah diwarung entah dipos kampling entah di depan minimarket tapi tidak sekalipun omku mengajak berhenti di fasilitas kesehatan, padahal rasanya badan ini sudah patah patah. Sampai akhirnya kami sampai di persimpangan arah malang dan sidoarjo aku diturunkan disana tidak diantar sampai kos an atau sampai aku mendapatkan kendaraan. Ya aku dibiarkan sendirian disana. Bingung? Tentu saja apa yg harus aku lakukan dengan keadaan seperti itu. Bangsat sekali batinku. Saat itu aku punya pacar berada di Malang, tapi saat aku hubungi seperti biasa dia pura-pura tidak tau apa apa, lagu lama sudah kenal dan rasanya sudah sangat muak saat itu. Lalu aku ingat aku punya teman laki - laki rumahnya di daerah sekitar situ. Aku hubungi dia saat itu lalu dia langsung datang menjemputku, yaa memang lebih baik punya banyak teman daripada punya pacar yg tidak terlalu bisa diandalkan dalam hal apapun. Sungguh ku membencinya ketika aku mengingat kejadian ini, temanku datang dan sangat iba terlihat jelas diwajahnya saat itu, dia mengajakku ke puskesmas terdekat karena kepalaku sudah sangat tidak kuat menopang tubuhku sendiri seperti mau pingsan. Karena cukup keras kepala menghantam batang pohon jambu saat kecelakaan itu terjadi. Di puskesmas luka di seluruh tubuh dan muka ku di perban dan diberi obat pereda nyeri, selesai dari puskesmas aku diajak pulang ke rumah temanku ini. Sungguh dia baik sekali, sekarang dia sudah mapan dalam hal karier dan keluarga aku turut bahagia untuknya, semoga keberkahan dan kesehatan selalu menaunginya dan keluarga. Aamiinn. 

Dia mengajakku pulang ke rumahnya aku diminta istirahat dikamarnya atas ijin keluarganya saat itu lalu dia mengajakku ke tukang pijat agar badanku tak terlalu sakit katanya, aku iya iyakan saja apa katanya. Aku hanya bisa pasrah dan percaya sekali padanya, dia bilang akan mengantarkan ku ke kosku dk malang saat aku sudah siap secara fisik dan kuat dalam perjalanan karena dia naik motor juga. Dia sempat bertanya, pacarmu kemana aku diam saja karena aku tak bisa mengatakan apapun tentang itu. Bangsat, itu saja yg tertanam dalam otakku saat itu. Sore hari datang bada ashar temanku mengantarkanku pulang ke malang, ditengah jalan dia sangat berhati hati dan selalu bertanya, apakah masih kuat kalo kuat kita lanjut. Karena jalanan malang macet sekali beberapa kali berhenti karena aku merasa mual sekali dengan kepala yg berat dan nyut2an. 
Sampe di Malang gilanya aku tidak langsung pulang ke kosan, aku sempat2nya menemui pacarku, aku ingin memberitahu keadaanku tapi ternyata ya begitulah. Temanku hanya diam saja saat mengantarkanku, mungkin dia berpikir masih sempat2nya bucin dengan keadaan yg separah ini. Aku tak ingin mengingatnya. 
Aku pulang ke kosan, sesampai dikos ibu kosku kaget dengan keadaanku yg terlampau parah, ya sangat. Laptop rusak revisian hancur semua ah ntahlah. Kejadian itu membuatku belajar banyak hal, yg pertama jangan melalui perjalanan malam menggunakan motor. Yg kedua carilah teman sebanyak mungkin, yg ketiga jika kamu tau hubunganmu hanya berat dan menjadi beban untukmu sgera akhiri. Jangan menyesal dikemudian hari. Tamat

Friday, January 14, 2022

Cita2ku jadi kepala sekolah

Beberapa minggu ini aku teringat kembali akan cita2ku di masa lalu, dulu jika ditanya oleh guru apakah cita2mu akan akan menjawab dengan lantang menjadi guru. Lalu saat aku sudah kuliah keguruan cita2ku menjadi berubah aku ingin menjadi kepala sekolah. Hahaha benar2 cita2 anak esde yg masih terbawa hingga saat ini. Apakah itu akan terwujud? Entahlah semakin lama aku pikirkan semakin aku merasa tidak mungkin untuk mewujudkannya, apalagi usia ku yg sudah menginjak kepala 3. Rasa2nya akan sangat sulit untuk mewujudkan itu semua but no one knows, hanya Tuhan dan waktu yg akan menjawabnya. 
Tidak seperti kawan kuliah lain yg mengambil jurusan keguruan karena notabene background orangtua mereka adalah guru, aku yg anak seorang petani juga mengambil keguruan karena aku berpikir hanya itu yg aku bisa dan mampu (sempit sekali memang) karena tidak ada teman diskusi masalah jurusan perkuliahan ku ambil saja yg sekiranya aku mampu. 
Kuliah 4 tahun aku lakoni dengan tak banyak prestasi membanggakan, ya aku hanya mahasiswa biasa saja. Kuliah sembari mengambil beberapa les private untuk tambahan uang jajan karena uang saku dari orangtua tak cukup bila untuk main kesana kemari jadi aku memutuskan kuliah sambil kerja dan pacaran 😂😂😂
Orangtua pacarku saat  itu 22nya guru, ibunya seorang kepala sekolah dan itu membuatku semakin termotivasi untuk menjadi kepala sekolah. Ketika pacarku saat itu lulus dia mengambil pekerjaan sebagai sukarelawan di sebuah sekolah di tempat asalnya, dan aku masih melanjutkan kuliahku tentu saja masih sambil bekerja. Tak banyak hal yg bisa aku lakukan, setelah aku lulus aku masih stay di perantauan sambil menunggu pacarku yg mengapel beda kota, dari 2 minggu sekali jadi sebulan sekali lalu jadi 2 bulan sekali yaa semakin lama semakin jarang bertemu. Aku masih bekerja pada sebuah lembaga terkenal di perantauan dan pacarku saat itu masih tetap menjadi sukarelawan di sebuah sekolah, tak pernah ada keseriusan, komunikasi jarang akhirnya aku lelah dan memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran. Aku juga belum memikirkan rencana menikah karena pekerjaan tetap saja belum aku dapatkan, aku pulang tanah kelahiran dan langsung bekerja di perusahaan swasta saat itu, bukan mengajar disekolahan karena gaji disekolah benar2 tidak mencukupi kebutuhanku dan aku sudah tidak mau lagi membebani orangtuaku. Tidak ada pilihan lain hanya itu yg bisa aku jalani saat itu karena orangtuaku juga sakit2an saat itu. Gaji di perusahaan swasta mencukupi segala kebutuhanku, aku bisa memberikan sebagian kepada orangtua bisa membayar kos bisa membeli apapun yg aku mau. 
Bukan aku melupakan cita2ku aku tetap mengejarnya dengan mengikuti beberapa kali tes untuk menjadi pegawai pemerintah tapi kebanyakan gagal yg aku dapatkan, lelah sangat lelah. Kabar pacarku ntahlah aku sudah terlalu muak dengannya karena komunikasi kami terlampau jarang, dan aku merasa aku terlalu banyak mengalah dan memaafkan hingga lelah itu tiba di penghujung jalan. 
Aku minta break pada sebuah hubungan yg sudah kujalani hampir 5th lamanya
Aku bertemu dengan berbagai macam jenis pria ditempat kerjaku, beberapa mendekat secara bersamaan dan yaah kujadikan ajang penemuan jatidiri atas keputusanku yg sudah aku bulatkan. Aku belum berencana putus dengan pacarku saat itu karena aku butuh waktu untuk berpikir, sangat melelahkan menjalani hubungan yg sepertinya hanya aku yg berusaha mempertahankan. Aku bertemu suami sekarang juga ditempat kerja, aku tak menyangka karena dia termasuk lelaki paling menonjol secara fisik ditempat kerja, belum pernah pacaran, dan masih sangat muda, terpaut 2th lebih muda dariku. Kami dekat sebagai rekan kerja, sering nongkrong dengan teman2 lain nya dan yahh liburan bareng dengan teman yg lain juga. Tapi semakin lama ntah kenapa kok jadi semakin sering keluar hanya berdua saja, ketika dia mulai dekat pacarku tiba2 menghubungi dan meminta putus. Yaa dia yg minta putus lebih dulu bukan aku, sakit ya sakit hanya beberapa waktu berlalu karena kesibukan ku ditempat kerja juga suamiku ini yg selalu menemani rasa itu sirna begitu saja. Lanjut part 2 rasanya sudah lelah menulis nya di jam 01.14 dini hari bhay

Saturday, January 8, 2022

Iri

Kemarin suami ad acara kantor nginep di villa sama temen2 kerja nya, tanpa anak istri tentunya karena jika bersama anak istri aku gamungkin nulis ini sedih banget. 
Jujur aku iri dulu aku juga kerja dikantor yg sama dan harus resign karena menikah dengannya. 
Semenjak menikah 24/7 waktuku habis dirumah apalagi sejak ada anak semakin terus2an dirumah. Bosan? Ya sangat sangat bosan. Ingin rasanya bekerja kembali bisa ngobrol dengan teman kesana kemari, bisa liburan tanpa mikir kalo liburan besok cukup gak uangnya. Bisa pegang uang sendiri mau beli apapun g mikir karena uang sendiri kerja sendiri dihabiskan sendiri. 
Sekarang semua harus mikir, kalo aku beli ini minggu depan cukup gak kalo aku ngelakuin itu anakku gmna dimana harus kemana. 
Sedih banget rasanya, suami setiap hari kerja bisa ketemu temen2nya lha aku??? 
Stress banget dirumah terus
Dirumah terus
Dirumah terus
Lama lama ku bisa gila