2014 silam
Hari itu pukul 01.00 dini hari aku diajak pulang ke perantauan oleh om ku adik kandung dari ibuku. Saat itu acara 3harian kakekku yg baru saja meninggal, om ku bekerja di polres sidoarjo saat itu sebagai salah satu staff admin beliau bilang harus sudah ada di kantor pukul 7 pagi maka dari itu beliau mengajakku untuk berangkat bareng dengan sepeda motor. Aku yg saat itu masih menyelesaikan kuliah semester akhir dan tugas akhir di Malang meng iya kan ajakannya karena aku juga harus merampungkan revisian tugas akhirku. Aku baru saja Ujian waktu itu, dan langsung pulang ke kampung halaman karena mendengar berita kakekku meninggal.
Om ku tidak tidur setelah acara tahlilan aku pun demikian, kami berangkat pukul 01.00 dini hari aku hanya membawa tas ransel ku yg berisi beberapa pakaian, laptop, dan juga kertas revisian skripsi. Om ku juga membawa ransel dan 1 kardus bawaan dari rumah nenek, kami berangkat dengan keadaan yg setengah mengantuk saat itu terutama aku. Berangkat menggunakan motor sambil memangku kardus dan menggendong ransel rasanya sangat susah sekali. Beberapa menit perjalanan aku sering tertidur, om ku memacu motornya dengan kecepatan tinggi karena mengejar waktu. Sampai di gumitir perbatasan Banyuwangi jember kecepatan motornya semakin kencang, aku yg setengah sadar setengah tidak hanya pasrah saja, sampai ketika itu menjelang subuh sekitar pukul 03.00 sudah keluar dari hutan gumitir, suasana gelap dan mencekam masih melewati sawah yg panjang beberapa kali aku sadar dan melihat plang di jalan ohhh sampe mayang lalu aku tertidur lagi dengan kepala menempel pada kardus yg aku pangku.
Sampai tiba2 sroooooookkkk jediiiiaaarreee brookkk brookk brookkk aku terpelanting kepalaku menghantam pohon jambu dipinggir sawah lalu tubuhku menggelundung ke sungai ditepi sawah, saat itu aku berkata kenapa ini kok basah. Aku masih belum sadar sepenuhnya sampai kepalaku kemasukan air sungai. Lalu aku duduk dalam sungai dan seketika kesadaran dan kedinginan menyelimuti, lalu aku mencari om ku dan memanggil2nya. Beliau berada 100 meter jauhnya dari ku sepeda motornya berada 100 meter darinya dan terbalik di sungai yg sama.
Astaghfirullah kami mengalami kecelakaan sendirian di tengah sawah sepi belum tampak rumah penduduk dan gelap. Aku bangun dan membawa ranselku ke pinggir jalan, om ku masih berusaha mengangkat motornya.
Tasku benar2 basah dengan lumpur dan air, laptopku?
Kami menunggu orang2 lewat ada beberapa pedagang lewat tapi tidak berani berhenti mungkin takut karena area situ bukanlah area yg aman menurutku, sampai tiba2 ada 1 mobil berhenti sekitar 5-6orang laki2 turun lalu membantu mengangkat motor kami, tapi yg aneh mereka juga mengobrak ngabrik isi ransel ku, aku sadar ada yg tidak beres aku saut ransel ku dan aku dekap erat, aku tidak banyak bicara karena masih shock dengan kejadian ini. Adzan subuh berkumandang kami sudah berada di pinggir jalan menunggu pertolongan org yg lain karena pembawa mobil tadi sudah pergi, ada org lewat sepertinya akan berangkat ke sawah lalu memanggil beberapa orang untuk menolong kami, kami dipersilahkan beristirahat di rumah salah satu penduduk membersihkan diri dan istirahat sejenak untuk menghilangkan shock, kaki ku luka wajahku juga luka terhantam kaca helm yg aku pakai mata sebelah kiriku menghitam, helm yg aku pakai retak karena menghantam batang pohon jambu.
Setelah beristirahat dan diberikan sarapan om ku tetap berniat mengajak berangkat lagi menggunakan sepeda motor dan melarang ku untuk menelpon orangtua dan menceritakan kejadian itu, jadi kami berangkat dengan keadaan yg sangat kacau. Kepalaku pusing jalan pincang muka lebam.
Kami berhenti untuk beristirahat disetiap perbatasan kota, entah diwarung entah dipos kampling entah di depan minimarket tapi tidak sekalipun omku mengajak berhenti di fasilitas kesehatan, padahal rasanya badan ini sudah patah patah. Sampai akhirnya kami sampai di persimpangan arah malang dan sidoarjo aku diturunkan disana tidak diantar sampai kos an atau sampai aku mendapatkan kendaraan. Ya aku dibiarkan sendirian disana. Bingung? Tentu saja apa yg harus aku lakukan dengan keadaan seperti itu. Bangsat sekali batinku. Saat itu aku punya pacar berada di Malang, tapi saat aku hubungi seperti biasa dia pura-pura tidak tau apa apa, lagu lama sudah kenal dan rasanya sudah sangat muak saat itu. Lalu aku ingat aku punya teman laki - laki rumahnya di daerah sekitar situ. Aku hubungi dia saat itu lalu dia langsung datang menjemputku, yaa memang lebih baik punya banyak teman daripada punya pacar yg tidak terlalu bisa diandalkan dalam hal apapun. Sungguh ku membencinya ketika aku mengingat kejadian ini, temanku datang dan sangat iba terlihat jelas diwajahnya saat itu, dia mengajakku ke puskesmas terdekat karena kepalaku sudah sangat tidak kuat menopang tubuhku sendiri seperti mau pingsan. Karena cukup keras kepala menghantam batang pohon jambu saat kecelakaan itu terjadi. Di puskesmas luka di seluruh tubuh dan muka ku di perban dan diberi obat pereda nyeri, selesai dari puskesmas aku diajak pulang ke rumah temanku ini. Sungguh dia baik sekali, sekarang dia sudah mapan dalam hal karier dan keluarga aku turut bahagia untuknya, semoga keberkahan dan kesehatan selalu menaunginya dan keluarga. Aamiinn.
Dia mengajakku pulang ke rumahnya aku diminta istirahat dikamarnya atas ijin keluarganya saat itu lalu dia mengajakku ke tukang pijat agar badanku tak terlalu sakit katanya, aku iya iyakan saja apa katanya. Aku hanya bisa pasrah dan percaya sekali padanya, dia bilang akan mengantarkan ku ke kosku dk malang saat aku sudah siap secara fisik dan kuat dalam perjalanan karena dia naik motor juga. Dia sempat bertanya, pacarmu kemana aku diam saja karena aku tak bisa mengatakan apapun tentang itu. Bangsat, itu saja yg tertanam dalam otakku saat itu. Sore hari datang bada ashar temanku mengantarkanku pulang ke malang, ditengah jalan dia sangat berhati hati dan selalu bertanya, apakah masih kuat kalo kuat kita lanjut. Karena jalanan malang macet sekali beberapa kali berhenti karena aku merasa mual sekali dengan kepala yg berat dan nyut2an.
Sampe di Malang gilanya aku tidak langsung pulang ke kosan, aku sempat2nya menemui pacarku, aku ingin memberitahu keadaanku tapi ternyata ya begitulah. Temanku hanya diam saja saat mengantarkanku, mungkin dia berpikir masih sempat2nya bucin dengan keadaan yg separah ini. Aku tak ingin mengingatnya.
Aku pulang ke kosan, sesampai dikos ibu kosku kaget dengan keadaanku yg terlampau parah, ya sangat. Laptop rusak revisian hancur semua ah ntahlah. Kejadian itu membuatku belajar banyak hal, yg pertama jangan melalui perjalanan malam menggunakan motor. Yg kedua carilah teman sebanyak mungkin, yg ketiga jika kamu tau hubunganmu hanya berat dan menjadi beban untukmu sgera akhiri. Jangan menyesal dikemudian hari. Tamat