Friday, December 10, 2010

jaDi Orang jAnganlah sOmbOng !!!!

aku ngerti dirimu ki pinter . . .
ngerti aku . . .
iyooo percoyo . . .
tapi yO rasah ngenyek'an . . .
raeneg gunane pintermu lak we'i tukang ngenyek,
seg eneg seng luweh pinter kO awakmu
dadi uwong i mbok eO jo sombong sombong
gedi ndiasmu we suwi suwi...



huuhh !!!!!

Monday, December 6, 2010

CURCoL qUwh KauaNd


Huft…bukan saatnya mikir hal ini sebenernya, napa c harus ada cinta ??
Pa bener cinta itu indah???seindah apakah cinta??
Seindah yg kalian ppikir kah?? Cinta itu banyak bikin sakit, aq gag pernah ngerti dan belum mengrti…
Aku suka yg aku suka, dan aku gag suka apa yg tak kusukai,
apa setiap pasangan punya cinta??
Menurutq jarang, mungkin hanya salah satunya atau bahkan tidak dua2nya, rumit memang…tpi itulah adanya,bukan hal yg wajar bila seseorang tak punya cinta, tapi tak seharusnya seseorang  tak punya cinta, tapi apa daya…cinta tak terlihat kawand…
Sesuatu yg maya tapi dapat dirasakan, sesuatu yg membuat skit tpi diharapkan datngnya.
Terdengar cukup aneh tpi itulah kenyataannya, banyakyg mengangis karna cinta, bahagia karna cinta, sakit karna cinta bahkan mati bunuh diripun juga karna cinta.
Membingungkan bukan…
Hal yg tak jelas datangnya, tpi muncul secara tiba-tiba,
hal yg aneh bukan???
Tpi itu yg mereka cari selama ini,
Semua tak tau kapan cinta datang dan semua tak tau kapn cinta pergi, hanya waktu dan hati yg bisa menjawab dan merasakannya. Butuh proses untuk mnengrti cinta…
Dan setiap orang pasti merasakannya tanpa harus bersusah payah untuk mencarinya.

Oke…
Kita lupakan semuanya kawan…
Tak akan lagi aku buka hatiku,
Hem…
Mungkin memang tak seharusnya aku meninggalkan hobiku, semua jadi gag teratasi semenjak sepeninggalku, apa keputusan yg sudah ku ambil ini salah, atau memang kepemimipinan ku dulu yang salah sehingga mereka sekarang jadi seperti ini, lama lama aku merasa sangat bersalah, meninggalkan mereka tanpa memberi bekal yang cukup yang seharusnya bisa mereka jaga dan mereka laksanakan dengan baik, disana aku malah mengurusi hal yang amat sangat gag penting untuk difikirkan tapi terus saja aku pikirkan setiaap hari,gag penting . . .
Huft . . .
Sejak kapan she au mikirin ini…
Ampun DJ . . .
Sesuatu yang tak seharusnya ku pikirkan tapi selaul saja ku pikirkan
Bukankah itu gila???
Mulai dari kemek yang gag penting sampe orang2 yang sebenarnya gag begitu berartijuga aku pikirkan, ada pakah dengan diriku ini sebenarnya,
Ini bukan aku…aku tak sehRusnya seperti ini, apa benar aku sudah berubah, seberubah apakah diriku, aku sendiri tag taw, tak ada lagi orang yang senantiasa menilaiku lagi, tpi apa dayaku, aku tak bisa memaksa mereka untk terus memprhatikan aku.
Apa ku tak pantas dicinta…
Perjalanan cinta ini akan terus ku lewati
Duhai kau para pecinta dengarkan aku
Apa kah diri ini tak layak mencinta
Apakah memang tag ada cinta untuk diriku ini
Meyebalkan
Menyedihkan
Menyenangkan
Ini kisah tentang aku yang cintanya kandas slalu

Aku selalu benci merasakan ini semua, aku terlalu bosan menghadapi ini semua. Kapan kah kisah kisah ini akan berakhir?aku lelah kenapa harus ada perasaan seperti ini. Mengapa semua ini terjadi , mungkinkah hanya terjadi pada satu orang? apakah orang lain juga merasakn hal yang sama dengan  atau mungkin malah mereka lebih bahagia? Tau malah lebih sedih? Aku selalu melihat mereka bahagia dengan pasangan psangan mereka sedangkan aku tak merasakann hal semacam itu, aku benar2 menginginkannya tapi kapan? Kapan hal itu aku dapatkan?kapan aku menemukan seseorang yang memang benar2 cinta dan menyayangiku apa adanya tanpa memandang siapa aku dan bagaimana akku, aku menginginkannya tuhan…aku ingin punya pasangan kapan engaku mempertemukan aku dengan pasanganku, kapan tuhan? Sudah terlalu lama aku menantinya tuhan…lama sekali…
Apa aku hanya bisa mengharap dan terus mengahrap tanpa sedikitpun ada yang mengharapkanku, harus bagaimanakah aku tuhan?
Apakah yang sebenarnya harus aku lakukan
Apa memang aku hanya harus duduk diam menanti, menanti dan terus menanti?
Sesuatu yang mungkuin aneh untuk dipertanyakan, tapi apa dayaku?
Tak bisa ku lakukan apapun…

Ingim melakukan sebuah hal yang berbeda tapi kenapa gag bisa aku lakukan itu, aku rasakan kemonotonan dalam sebuah kehidupan, hidupku tetap seperti ini tak beranjak dari apapun yang dulu yang aku rasakan dari awal hingga sekarang. Tak kurasakan perbedaan yang berarti hanya lingkungan dan orang orang baru yang menghiasi kehidupanku tanpa merubah apapun yang aku lakukan. Aku rasakan kesamaan2nya, monoton…sangat dan sangat monoton. Membosankan memang. Mulai aku dapatkan kehidupan baru akan tetapi aku sendiri juga yang merusaknya, aku sendiri juga yang membuat keadaan ini kembali seperti semula dan sangat merusak harapan seseorang. Perbedaan yang aku harapkan tak Nampak apapun juga setelah semua itu aku lakukan. Aku biarkan mereka semua mennnggalkanku, kenapa aku seperti ini, mengapa hidupku selalu merusak harpan dan kesenanan orsang lain. Bila sesuatu yang aku harapkan dapat dating kembali, aku tak akan lagi menyia nyiakan kesempatan yang diberikan kepadaku.aku berjanji pada diriku sendiri,

Pakiran pikiranku mulai bergejolak kembali, aku tak tau sebenarnay dibagian yang manakah otakq ini yang erpikir dengan sebenar benarnya, karna ku rasakan perbedaan2 berbikir setiap saat. Kadang aku memikirkan hal hal yang benar tapi kadang juga aku memikirkan hal2 yang salah yang tak seharusnya aku pikirkan. Kadang aku juga bingung dengan diriku sendiri aku tak tau apa dan bagaimana diriku ini, jika aku sendiri tak mengerti diriku bagaimana aku bias mengerti orang lain dan bagaimana juga orang lain bisa mengerti aku. Terlalu egoiskah aku ini sebagai seorang yang tak mengerti apapun tentang kehidupan. Bila sesuatu yang aku rasakan salah tapi tetap aku lakukan bukankah itu merupakan keegoisan diri.

Ternyata suasana yang membuat kita memikirkan hal hal yang sebenarnya tak pelu untuk dipikirkan, suasan membawa kita kedalam angan angan yang telah berlalu.
Tak seharusnya tapi tetap saja dipikirkan
Bukan waktunya tapi tetap saja
Hemm…

Melalui hari hari yang tetap saja monoton, bila ada sesuatu yg berbeda dan itu baik mungki akan aku coba.
Kapan perbedaan akan dating,
Bila waktu yang menentuka entah sampai kapan aku akan bertahan
Tapi bila aku sendiri yang menentukan perbedaan itu, aku juga tak tau kapan dan bagaimana aku bisa merubahnya.
Bila diriku sendiri tak bisa melakukan perubahan lalu bisa apa aku nanti,
Sesuatu yang amat sangat rumit,
Tapi tetap saja walaupun itu rumit aku masih saja memikirkannya,


Mau jadi apa aku nanti hanyalah aku yang tau dan hanya akulah yang bisa menentukannya, berusaha meraih cita2 setinggi tingginya, mungkin tak mudah tapi apa salahnya bila dicoba. Sedikit demi sedikit sudah mulai aku tinggalkan pikiran2 yang gag terlalu penting diotakku,


Cinta tak ubahnya seonggok benalu yang hanya menjadi simbiosis yang banyak merugikan daripada menguntungkan,
Hanya menjadi virus yang menyerang kelemahan kelemahan dan ketidak berdayaan inangnya, bila cinta indah inang juga menikmati keindahannya, tapi jika keindahan itu berlalu hanya inang yang merasakan kesakitan merasakan siksaan merasakan ketidakberdyaan sementara cinta pergi begitu ssaja tanpa menoleh sedikitpun, akan tetapi jika inang sudah bisa melupakan bahkan menghapus kenangan cinta dari hatinya. Cinta datang kembali tanpa ada yang mengundang datang secara tiba2 tak da yang meminta, dan untuk kesekian kalinya sang inang mengalami hal ini berulang teruz hingga ajal menjemputnya hanya karena simbiosis tanpa keuntungan tentunya.
Bila cinta sudah datang semua menjadi tak berdaya, saraf saraf menjadi melemah olehnya, pikiran2 menjadi tak jernih karenanya. Hanya sebuah kata tak berwujud tak nyata tapi bisa membutakan semua hati, semua mata, dan semua orang yang merasakannya.

Suasana yang berubah membuat segalanya berubah…
Pikiran pikiran ditempat berbeda beda menimbulkan persaan berkecamuk dalam diri dalam hati dan nurani. Apa yang kita dengar juga berpengaruh pada apa yang kita rasakan, entah itu benar atau tidak tapi itulah yang aku rasakan.

Kuk gag terinspirasi blaz eo mo nulis opo . . .
Hummm . . .
Lag otak mbeg pikiran dewedewe eo ngne ki…
Hahahaha
Aneh bin GJ…

Kadang yang kita inginkan tak sesuai dengan yang kita harapkan, hidup itu memang pilihan tapi tak semua pilihan itu kita dapatkan, semua tergantung dengan apa yang kita lakukan dan bagaimana kita. Tak seharusnya penyesalan itu ada jika kita mau melangkah sedikit lebih amju dan mau berpikir tentang apa yang seharusanya dipikirkan. Jangan menjadikan masalah yang sebenarnya kecil menjadi besar, karena btuh proses untuk menyelesaikan semuanya. Dan proses itu sangat sulit jika kita tak dapat memahami arti dari sebuah masalah. Dalam sebuah kehidupan tertuang hal hal yang sebenarnya perlu untuk kita pikirkan dan tak perlu untuk dipikirkan. Bila kita memikirkan hal yang sebenarnya ta perlu untuk kita pikirkan kita hanya akan merubah arah pikiran kita dan merubah segala sesuatu yang sebenarnya sudah benar untuk dilakukan tetapi menjadi menjadi salah. Dari berbagai contoh dan aspek aspek yang kita lihat juga dari pengalaman yang sudah didapatkan suasana hati dan lingkungan sangat mempengaruhi pemikiran pemikairan kita tentang sebuah arti kebenaran sesungguhnya.

MAKALAH TUGAS BIK | KARAKTERISTUJ SISWA SEKOLAH DASAR


MAKALAH TUGAS  BIK
JUDUL KARAKTERISTIK SISWA SEKOLAH DASAR 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
          Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana  belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
          Tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan adalah sebuah artian  jenjang pendidikan. Jenjang pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama sembilan  tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
          Sekolah dasar adalah jenjang pendidikan yang dimulai sejak anak berusia enam atau  tujuh  tahun. Sekolah dasar wajib diikuti oleh semua anak di Indonesia untuk memenuhi program pemerintah wajib belajar sembilan tahun. Pendidikan dasar dimulai dari sekolah dasar kemudian dilanjutkan ke tahapan sekolah menengah. Pelajar sekolah dasar umumnya berusia tujuh sampai sembilan tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia tujuh sampai lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) enam  tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) tiga tahun.
            Pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat – tangkat akhir masa pendidikan. Pendidikan umum berfungsi sebagai acuan umum bagi jenis pendidikan lainnya. Yang termasuk pendidikan umum adalah SD, SMP, SMA, dan Universitas.
Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat sekolah dasar. Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain  karakteristik, yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak sekolah dasar dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan  pendidikan di sekolah dasar dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru sebaiknya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam  rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti pemenuhan kebutuhan fisiologis, pemenuhan kebutuhan rasa aman, pemenuhan kebutuhan kasih sayang atau penerimaan, pemenuhan kebutuhan harga diri, dan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri.
Di samping memperhatikan karakteristik anak, implikasi pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa sekolah dasar dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat, dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.
1.2 Rumusan Masalah
        Rumusan masalah pada makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1.2.1 Apakah pengertian pendidikan sekolah dasar?
1.2.2 Apakah pengertian karakteristik siswa?
1.2.3 Bagaimanakah bentuk-bentuk karakteristik siswa?
1.2.4 Bagaimanakah kebutuhan siswa?
1.3 Tujuan
            Tujuan makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian pendidikan sekolah dasar.
1.3.2 Untuk mengetahui pengertian karakteristik siswa.
1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk karakteristik siswa.
1.3.4 Untuk mengetahui bagaimanakah kebutuhan siswa.














 



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pendidikan Sekolah Dasar
        Sekolah Dasar atau biasa disingkat SD adalah pendidikan awal atau pendidikan  dasar di Indonesia. Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh selama enam tahun mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Saat ini pelajar sekolah dasar diwajibkan untuk melanjutkan pendidikan mereka ke Sekolah  Menengah Pertama atau biasa disingkat SMP atau sederajat untuk melaksanakan program pemerintah yakni wajib belajar sembilan tahun.
            Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan bekal dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat berupa pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dasar. Di samping itu, juga berfungsi mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah. Oleh karena itu, pendidikan dasar menyediakan kesempatan bagi seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bersifat dasar, dan tiap-tiap warga negara diwajibkan menempuh pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. UU RI No. 2 Tahun 1989 menyatakan dasar dan wajib belajar pada Pasal 14 ayat 1 bahwa, “Warga Negara yang berumur 6 tahun berhak mengikuti pendidikan dasar”, dan ayat 2 menyatakan bahwa, “Warga Negara yang berumur 7 tahun berkewajiban mengikuti pendidikan dasar atau pendidikan yang setara sampai tamat.” Dalam pengertian setara ini termasuk juga Pendidikan Luar Biasa (PLB), pendidikan keagamaan dan atau pendidikan luar sekolah.
            Pendidikan ditinjau dari sudut psikososial (kejiwaan kemasyarakatan), adalah upaya menumbuhkembangkan sumberdaya manusia melalui proses hubungan internasional (hubungan antar pribadi) yang berlangsung dalam lingkungan masyarakat yang terorganisasi, dalam  hal ini masyarakat pendidikan dan keluarga. Sedangkan dalam merespons pelajaran di kelas misalnya, siswa bergantung pada presepsinya terhadap guru pengajar dan teman – teman sekelasnya. Positif atau negatifnya persepsi siswa terhadap guru dan teman – temannya itu sangat mempengaruhi kualitas hubungan sosial para siswa dengan lingkungan sosial kelasnya dan bahkan mungkin dengan lingkungan sekolahnya.
            Selanjutnya,  pendidikan baik yang berlangsung secara formal di sekolah maupun yang berlangsung secara informal di lingkungan keluarga memiliki peranan penting dalam mengembangkan psikososial siswa. Perkembangan psikososial siswa, atau sebut saja perkembangan sosial siswa adalah proses perkembangan kepribadian siswa selaku seorang anggota masyarakat dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan ini berlangsung sejak masa bayi hingga akhir hayatnya. Menurut Bruno (1987) menyimpulkan bahwa perkembangan sosial merupakan proses pembentukan sosial self (pribadi dalam masyarakat), yakni pribadi dalam keluarga, budaya, bangsa, dan seterusnya.
            Seperti dalam proses – proses perkembangan lainnya, proses perkembangan sosial dan moral siswa juga selalu berkaitan dengan proses belajar. Konsekuensinya, kualitas hasil perkembangan sosial siswa sangat bergantung pada kualitas proses belajar (khusunya belajar sosial) siswa tersebut, baik lingkungan sekolah dan keluarga, maupun lingkungan yang lebih luas. Ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilaku sosial yang selaras dengan moral agama, moral tradisi, moral  hukum, dan  norma moral lainnya yang berlaku dalam masyarakat siswa yang bersangkutan.
           
2.2. Karakteristik Pelajar Sekolah Dasar
Adalah watak, tabiat atau sifat-sifat kejiwaan sedangkan menurut IR Pedjawijatna mengemukakan karakter atau watak adalah seluruh aku yang ternyata dalam tindakannya (insani). Dengan beberapa pengertian tersebut dapat penulis katakan bahwa karakteristik siswa adalah merupakan semua watak yang nyata dan timbul dalam suatu tindakan siswa dalah kehidupannya setiap saat. Sehingga dengan demikian, karena watak dan perbuatan manusia yang tidak akan lepas dari kondrat, dan sifat , serta bentuknya yang berbeda-beda, maka tidak heran jika bentuk dan karakter siswa juga berbeda-beda.
Masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun. Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak.
Menurut Erikson perkembangan psikososial pada usia enam sampai pubertas, anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas. Peristiwa penting pada tahap ini anak mulai masuk sekolah, mulai dihadapkan dengan tekhnologi masyarakat, di samping itu proses belajar mereka tidak hanya terjadi di sekolah.
Sedangkan  menurut Thornburg (1984) menyimpulkan bahwa anak sekolah dasar merupakan  individu  yang  sedang berkembang, mungkin tidak perlu lagi diragukan keberaniannya. Setiap anak sekolah dasar sedang berada dalam perubahan fisik dan mental mengarah yang lebih baik. Tingkah laku mereka dalam menghadapi lingkungan sosial dan non sosial meningkat. Anak kelas empat, memiliki kemampuan tenggang rasa dan kerja sama yang lebih tinggi, bahkan ada di antara mereka yang menampakkan tingkah laku mendekati tingkah laku anak remaja permulaan.
Menurut Piaget ada lima faktor yang menunjang perkembangan intelektual, yaitu: kedewasaan (maturation), pengalaman fisik (physical experience), penyalaman logika matematika (logical mathematical experience), transmisi sosial (social transmission), dan proses keseimbangan (equilibriun) atau proses pengaturan sendiri (self-regulation ) Erikson mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar tertarik terhadap pencapaian hasil belajar.
Mereka mengembangkan rasa percaya dirinya terhadap kemampuan dan pencapaian yang baik dan relevan. Meskipun anak-anak membutuhkan keseimbangan antara perasaan dan kemampuan dengan kenyataan yang dapat mereka raih, namun perasaan akan kegagalan atau ketidakcakapan dapat memaksa mereka berperasaan negatif terhadap dirinya sendiri, sehingga menghambat mereka dalam belajar. Piaget mengidentifikasikan tahapan perkembangan intelektual yang dilalui anak yaitu:
2.2.1        Tahap Sensorik Motor Usia 0-2 Tahun
Selama perkembangan dalam periode sensori-motor yang berlangsung sejak anak lahir sampai usia 2 tahun, intelegensi yang dimiliki anak tersebut masih berbentuk primitive dalam arti masih didasarkan pada perilaku terbuka. Meskipun primitive terkesan tidak penting, intelegensi sensorimotor sesungguhnya merupakan intelegensi dasar yang amat berarti karena ia menjadi fondasi untuk tipe-tipe intelegensi tertentu yang akan dimiliki anak tersebut kelak.
2.2.2                 Tahap Operasional Usia 2-6 Tahun
Perkembangan ini bermula pada saat anak telah memiliki penguasaan sempurna mengenai object permanence. Artinya, anak tersebut sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya suatu benda yang harus ada atau sudah biasa ada, walaupun benda tersebut sudah ia tinggalkan atau sudah tidak dilihat dan tidak didengar lagi. Jadi, eksistensi benda tersebut berbeda dengan periode sensorimotor, tidak lagi bergantung pada pengamatannya belaka
2.2.3        Tahap Opersional Kongkret Usia 7-11 atau 12 Tahun
Berakhirnya tahap perkembangan pra-operasional tidak berarti berakhir pula tahap berpikir intuitif  yakni berpikir yang mengandalkan ilham. Namun demikian, masih ada ketrebatasan – keterbatasan kapasitas anak dalam mengkoordinasikan pemikirannya. Anak – anak dalam rentang usia 7-11 tahun  baru mampu berpikir sistematis mengenai benda – benda dan peristiwa – peristiwa yang konkret. Inilah yang menjadi alas an mengapa perkembangan kognitif anak yang berusia 7-11 tahun tersebut dinamakan tahap konkret-operasional.
2.2.4        Tahap Operasional Formal Usia 11 atau 12 Tahun ke Atas
Dalam tahap perkembangan formal operasional, anak sudah menjelang atau sudah menginjak masa remaja, yakni usia 11- 15 tahun, akan dapat mengatasi masalah keterbatasan pemikiran konkret-operasional.
Berdasarkan uraian di atas, siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional kongkrit, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis, masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu berfikir logis, tetapi masih terbatas pada objek-objek kongkrit, dan mampu melakukan konservasi.
Bertitik tolak pada perkembangan intelektual dan psikososial siswa sekolah dasar, hal ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai karakteristik sendiri, di mana dalam proses berfikirnya, mereka belum dapat dipisahkan dari dunia kongkrit atau hal-hal yang faktual, sedangkan perkembangan psikososial anak usia sekolah dasar masih berpijak pada prinsip yang sama di mana mereka tidak dapat dipisahkan dari hal-hal yang dapat diamati, karena mereka sudah diharapkan pada dunia pengetahuan.
Pada usia ini mereka masuk sekolah umum, proses belajar mereka tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, karena mereka sudah diperkenalkan dalam kehidupan yang nyata di dalam lingkungan masyarakat. Nasution (1992) mengatakan bahwa masa kelas tinggi sekolah dasar mempunyai beberapa sifat khas sebagai berikut :
(1) adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit,
(2) amat realistik, ingin tahu dan ingin belajar,
(3) menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, oleh ahli yang mengikuti teori faktor ditaksirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor,
(4) pada umumnya anak menghadap tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikan sendiri,
(5) pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolah,
(6) anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk bermain bersama-sama.
Seperti dikatakan Darmodjo (1992)  bahwa anak usia sekolah dasar adalah anak yang sedang mengalami perrtumbuhan baik pertumbuhan intelektual, emosional maupun pertumbuhan badaniyah, di mana kecepatan pertumbuhan anak pada masing-masing aspek tersebut tidak sama, sehingga terjadi berbagai variasi tingkat pertumbuhan dari ketiga aspek tersebut. Ini suatu faktor yang menimbulkan adanya perbedaan individual pada anak-anak sekolah dasar walaupun mereka dalam usia yang sama.
Anak adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Ia memiliki dunia dan karakteristik sendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Ia sangat aktif, dinamis, antusias, dan hamper selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, serta seolah-olah tak pernah berhenti belajar.
            Menurut pandangan psikologis anak usia dini memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan anak lain yang berada di atas usia 8 tahun. Karakteristik anak usia dini yang khas tersebut seoerti yang dikemukakan oleh Richard D, Kellough (1996) adalah
Anak itu bersifat egosentris
            Pada umumnya anak masih bersifat egosentris. Ia cenderung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal ini dapat dilihat dari perilakunya seperti masih berebut alat-alt mainan, menangis bila menghendaki sesuatu yang tidak dipenuhi oleh orang tuanya, atau memaksakan sesuatu terhadap orang lain. Karakteristik seperti ini terkait dengan perkembangan kognitifnya. Dalam memahami suatu fenomena, anak sering memahami sesuatu dari sudut pandangnya sendiri sehingga seringkali ia merasa asing dalam lingkungannya.  Karena tugas guru adalah membantu anak dalam memahami dan menyesuakaikan diri dengan dunianya dengan cara positif. Keterampilan yang sangat diperlukan dalam mengurangi egosentris di antaranya adalah dengan mengajarkan anak untuk mendengarkan orang lain, sertya dengan cara memahami dan berempati pada anak.
2.2.4.1 Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu Yang Besar
            Menurut presepsi anak, dunia ini dipenuhi dengan hal-hal yang menarik dan menakjubkan. Hal ini menimbulkan rasa keingintahuan anak yang tinggi. Rasa keingintahuan sangatlah bervariasi, tergantung dengan apa yang menarik perhatiannya. Keuntungan yang dapat diambil dari rasa keingintahuannya adalah dengan menggunakan fenomena atau kejadian yang tidak biasa. Kejadian yang tidak biasa tersebut dapat menimbulkan ketidakcocokan kognitif, sehingga dapat memancing keinginan anak untuk tekun memecahkan permasalahan atau ketidakcocokan tersebut. Meskipun terkadang sulit dikenali hubungan di antara ketidaksesuaian tersebut, namun hal ini dapat membantu mengembangkan motivasi anak untuk belajar sains. Untuk membantu mengmbangkan kemampuan anak dalam mengelompokan dan memahami dunianya sendiri, guru perlu untuk membantu untuk menemukan masalahnya.
2.2.4.2 Anak adalah Makhluk Sosial
            Anak senang diterima dan berada dengan teman sebayanya. Mereka senang bekerja sama dalam membuat rencana dan menyalesaikan pekerjaanya. Mereka secara bersama saling memberikan semangat dengan sesama temannya. Anak membangun konsep diri melalui interaksi social disekolah. Ia akan membangun kepuasan melalui penghargaan diri ketika diberiakn kesempatan untuk bekerja sama dengan temannya. Untuk itu pembelajaran dilakukan untuk membantu anak dalam perkembangan penghargaan diri. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara menyatukan strategi pembelajaran social seperti bekerja sama, simulasi guru dari teman sbaya, dan pembelajaran silang usia.
2.2.4.3 Anak Bersifat Unik
            Anak merupakan individu yang unik di mana masing-masing memiliki bawaan, minat, kapabilitas, dan latar belakang kehidupan yang berbeda satu sama lain. Disamping memiliki kesamaan, anak juga memiliki keunikan tersendiri seperti dalam gaya belajar, minat, latar belakang keluarga. Meskipun terdapat pola urutan umum dalam perkembangan dan belajarnya tetap memiliki perbedaan satu sama lain.
2.2.4.4 Anak Umumnya Kaya dengan Fantasi
            Anak senang dengan hal-hal yang bersifat imajinatif, sehingga pada umumnya ia kaya dengan fantasi. Anak dapat bercerita melebihi pengalama-pengalaman aktualnya atau kadang bertanya tentang hal-hal gaib sekalipun. Hal ini disebabkan imajinasi anak berkembang melebihi apa yang dilihatnya. Sebagai contoh, ketika anak melihat gambar sebuah robot, maka imajinasinya berkembang bagaimana robot itu berjalan dan seterusnya.
2.2.4.5 Anak Memiliki Daya Konsentrasi yang Pendek
            Pada umumnya anak sulit untuk berkonsentrasi pada suatu kegiatan dlam jangka waktu yang lama. Ia selalu cepat mengalihkan perhatian pada kegiatan lain, kecuali memang kegiatan tersebut selain menyenangkan juga bervariasi dan tidak membosankan. Sepuluh menit adalah waktu yang wajar bagi anak, untuk dapat duduk dan memperhatikan sesuatu secara nyaman. Pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang bervariasi dan menyenangkan, sehingga tidak membuat anak terpaku di tempat dan menyimak dalam jangka waktu lama.
2.3         Bentuk –Bentuk karakteristik siswa SD
Bentuk-bentuk karakteristik siswa SD, yaitu sebagai berikut:
2.3.1        Senang Bermain
Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih – lebih untuk kelas rendah. Guru SD sebaiknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pengajaran yang serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling antara mata pelajaran serius seperti ipa, matematika, dengan pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan jasmani, atau seni budaya dan keterampilan



 

2.3.2        Senang Bergerak
Orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak. Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai siksaan.
2.3.3        Anak Senang Bekerja dalam Kelompok
Dari pergaulanya dengan kelompok sebaya, anak belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi, seperti: belajar memenuhi aturan-aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada diterimanya dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajarai olah raga dan membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok, serta belajar keadilan dan demokrasi. Karakteristik ini membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 3-4 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan suatu tugas secara kelompok.
2.3.4  Senang Merasakan atau Melakukan/Memperagakan Sesuatu Secara Langsung
Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama. Berdasar pengalaman ini, siswa membentuk konsep-konsep tentang angka, ruang, waktu, fungsi-fungsi badan, jenis kelamin, moral, dan sebagainya. Bagi anak SD, penjelasan guru tentang materi pelajaran akan lebih dipahami jika anak melaksanakan sendiri, sama halnya dengan memberi contoh bagi orang dewasa. Dengan demikian guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang solat jikalangsung dengan prakteknya.
2.4  Kebutuhan siswa
Bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Syamsul Hadi (2009) menarik kesimpulan sebagai berikut.
Tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.
Tugas-tugas perkembangan yang bersumber dari kematangan fisik diantaranya adalah belajar berjalan, belajar melempar menangkap dan menendang bola, belajar menerima jenis kelamin yang berbeda dengan dirinya,. Beberapa tugas pekembangan terutama bersumber dari kebudayaan seperti belajar membaca, menulis dan berhitung, belajar tanggung jawab sebagai warga negara. Sementara tugas-tugas perkembangan yang bersumber dari nilai-nlai kepribadian individu diantaranya memilih dan mempersiapkan untuk bekerja.
Anak usia SD ditandai oleh tiga dorongan ke luar yang besar yaitu (1)kepercayaan anak untuk keluar rumah dan masuk dalam kelompok sebaya (2)kepercayaan anak memasuki dunia permainan dan kegiatan yang memperlukan keterampilan fisik, dan (3) kepercayaan mental untuk memasuki dunia konsep, logika, dan ligika dan simbolis dan komunikasi orang dewasa.
Dengan demikian pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri.








 


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.1.1 Pendidikan Sekolah Dasar adalah pendidikan awal atau pendidikan  dasar di Indonesia. Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh selama enam tahun mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Saat ini pelajar sekolah dasar diwajibkan untuk melanjutkan pendidikan mereka ke Sekolah  Menengah Pertama atau biasa disingkat SMP atau sederajat untuk melaksanakan program pemerintah yakni wajib belajar sembilan tahun.
3.1.2 Karakteristik siswa SD adalah  watak, tabiat atau sifat-sifat kejiwaansedang menurut IR Pedjawijatna mengemukakan karakter atau watak adalah seluruh aku yang ternyata dalam tindakannya (insani). Dengan beberapa pengertian tersebut dapat penulis katakan bahwa karakteristik siswa adalah merupakan semua watak yang nyata dan timbul dalam suatu tindakan siswa dalah kehidupannya setiap saat. Sehingga dengan demikian, karena watak dan perbuatan manusia yang tidak akan lepas dari kondrat, dan sifat , serta bentuknya yang berbeda-beda, maka tidak heran jika bentuk dan karakter siswa juga berbeda-beda.
3.1.3 Bentuk-bentuk karakteristik pelajar sekolah dasar, yaitu: senang bermain, senang bergerak, anak senang bekerja dalam kelompok, senang merasakan atau melakukan/memperagakan sesuatu secara langsung.
3.1.4 Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri.
3.2 Saran
Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogiyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis, Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman, Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan, Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri , Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri.


Friday, December 3, 2010

PUISI AYAH . . .


Biasanya, bagi seorang anak perempuan
yang sudah dewasa, yang sedang bersekolah atau kuliah di luar kota
jauh dari kedua orang tuanya..
sering merasa kangen sekali dengan
IBUnya…
Lalu,,
Bagaimana dengan AYAH ??
Mungkin karena ibu sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari..
Tapi tahukah kamu ??
Jika ternyata….
Ayahlah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu ..
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil ibulah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,,
Tapi tahukah kamu ??
Bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah…
Ayah selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian..
Pada saat dirimu seorang perempuan kecil,,
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda dan setelah ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu disepedamu..
Kemudian ibu bilang,,
“jangan dulu ayah,,,jangan dilepas dulu roda bantunya….”
Ibu takut putri manisnya terjatuh..
Lalu…
Terluka..
Tapi sadarkah kamu bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama..
Karena dia tahu…
Putri kecilnya PASTI BISA…
Pada saat kamu menangis, merengek, meminta boneka atau mainan yang baru..
Ibu menatapmu iba,
Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas
“Boleh kita beli…tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu ??
Ayah melakukan itu karena..
Ayah tidak ingin putrinya menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi..
Saat kamu sakit pilek..
Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang
Sedikit membentak dengan berkata
“Sudah dibilang kamu jangan minum air dingin”
berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut..
Ketahuilah saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu…
Ketika kamu beranjak dewasa
Kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam..
Dan ayah bersikap tegas dan mengatakan tidak boleh..
Tahukah kamu ??
Bahwa ayah melakukan itu
Untuk menjagamu
Karena bagi ayah kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada ayah
Dan masuk kedalam kamar sampai membanting pintu
Dan yang datang mengetuk  pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah ibu..
Tahukah kamu ??
Bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam hatinya bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginan hatimu..
Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu…
Ketika saat seorang laki-laki mulai sering meneleponmu atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia..
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang mengobrol berdua..
Sadarkah kamu bahwa hati ayah merasa cemburu..
Saat kamu mulai lebih dipercaya
Dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu..
Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya..
Maka yang dilakukan ayah adalah
duduk diruang tamu dan menunggumu pulang..
Dengan hati yang sangat khawatir
Setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut
Ketika melihat putri kecilnya pulang malam
Hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu…
Sadarkah kamu ??
Bahwa  hal yang sangat ditakuti ayah
akan segera datang..
bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan ayah setelah lulus SMA..
Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insyinyur..
Ketahuilah bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah
Itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh, ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah..
Ketika kamu menjadi gadis dewasa..
Dan kamu harus pergi kuliah di kota lain..
Ayah harus melepasmu di stasiun,,
Tahukah kamu ??
Bahwa badan ayah terasa kaku memelukmu..
Ayah hanya tersenyum sambil memberimu nasihat ini-itu..
Dan menyuruh untuk berhati-hati
Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat..
Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata disudut matanya dan menepuk pundakmu sambil berkata “Jaga dirimu baik-baik sayang”..
Ayah melakukan itu semua.,
Agar kamu kuat..
Kuat untuk pergi dan menjadi dewasa..
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu..
Orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah..
Ayah pasti akan berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain..
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
Dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan..
Kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah..
“Tidak..tidak bisa…”
Padahal dalam batin ayah ia sangat ingin mengatakan
“Iya sayang…nanti ayah belikan untukmu…”
Tahukah kamu ??
Bahwa pada saat itu, ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum..
Saat kamu diwisuda sebagai seorang sarjana..
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan member tepuk tangan untukmu..
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas
Melihat putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi seseorang..
Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah..
Dan meminta ijin kepada ayah untuk mengambilmu darinya..
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin…
Karena ayah tahu bahwa lelaki itu yang akan menggantikan posisinya nanti…
Dan akhirnya saat ayah melihatmu duduk di panggung pelaminan
Bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya,,
Ayahpun tersenyum bahagia..
Apakah kamu mengetahui ??
Di hari yang membahagiakan itu..
Ayah pergi kebelakang panggung sebentar dan menangis..
Ayah menangis karena ayah sangat bahagia..
Kemudian ayah berdoa
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, ayah berkata..
“Ya Tuhah tugasku telah selesai dengan baik…putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik..bahagiakanlah dia bersama suaminya..”
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu..
Menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk..
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih,,
Badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagmu dari bahaya


Ayah telah menyelesaikan tugasnya…
Ayah adalah sosok yang harus terlihat kuat,,
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia sangat ingin memanjakanmu..
Dan dialah orang pertama yang selalu yakin
Bahwa kamu BISA dalam segala hal…