berbisnis atau berwirausaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak semudah mengedipkan mata, dan tidak semudah udara yang masuk pada tubuh kita.
perlu ketelatenan, keuletan, keinginan yang kuat, semangat, dukungan, dan semuanya agar tetap bisa bangkit saat terjatuh saat memulai bisnis.
disini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam memulai bisnis, yang saya rintis saya awali dan saya coba terus menerus hingga saat ini. saya juga belum tau bagaimana jadinya nanti usaha yang saya lakukan ini, karena saya juga baru memulainya.
SD
1. saya pernah ikut nenek berjualan tempe dipasar, dulu saya ikut nenek. nenek merupakan produsen tempe dikampung, saya bersama saudara-saudara yang lain setiap pagi berjualan tempe dipasar, kami masih sangat kecil saat itu, tapi kami sudah tau harga tempe-tempe harus dijual berapa dan berapa besar potongan tempe yang harus diberikan bila uang yang diberikan segitu.
bukan hanya berjualan, tapikami juga ikut membantu mengolah, setiap pagi setelah pulang dari pasar kami mencuci kedelai-kedelai yang akan dijadikan tempe. setelah itu nenek yang akan merebusnya, lalu kami pergi kuliah. sepulang kuliah kami harus menggiling kedelai-kedelai tersebut serta mencucinya kembali hingga bersih. stelah itu proses selanjutnya akan diteruskan oleh si mbah. begitu setiap hari, setiap sore kami juga harus mencari daun jati/mebgambilnya pda pedagang untuk dipakai sebagai bungkus kecambah dari kedelai (capar) itu juga termasuk dagangan si mbah. begitulah yang kami lakukan cucu-cucu si mbah setiap hari selain sekolah.
SMP
saat esempe saya pernah ikut bapak bekerja, bapak kerja sebagai agen kapur di kota. tidurpun kami hanya beralaskan tikar saat itu karna rumah yang dipakai sebagai gudang hanyalah rumah kontrakan, kadang aku yang bertugas menunggu dagangan bapak, saat bapak mengantarkan kapur-kapur itu kepelanggan yang membeli. sampai saat ini bapakku masih setia menggeluti pekerjaannya hingga aku kuliah saat ini.
SMA
saat SMA, ada seorang teman yang menawariku sebuah bisnis MLM. ada seseorang yang melakukan presentasi tentang bagaimana dan apa yang harus kami lakukan, keuntungan apa yang akan kami dapatkan, sampai kami benar-benar tertarik. dan saat itu aku terpengaruh karna aku berpikir itu adalah sebuah prospek bisnis yang menggiurkan. seminggu dua minggu aku masih rajin pesentasi, tapi setelah itu aku malas karena tugas sekolah dan kegiatan organisasi aku menghentikan kativitas MLMku. aku masih sempat mendapatkan uang 100rbu kalau tidak salah, itu pun dalam bentuk pulsa yang harus aku jual lagi pada teman-temanku. dan yang selalu ku ingat sampai saat ini adalah MLM itu ribet.
KULIAH
kuliah pun saya masih mendapat tawaran untuk ber MLM ria, tapi saya tolak karna pengalaman masa SMA :)
1. awalnya saya pernah berjualan pulsa elektrik belum sampai satu tahun saya berhenti karna modal yang saya miliki tidak sebanding dengan modal yang teman saya miliki, jadi saya mundur dari bisnis pulsa elektrik. alasan #modal
2. saya dengan beberapa teman merencanakan membuka bimbingan belajar privat, kami membuat brosur, menyebar dipasar, dijalan, menempel dirumah-rumah penduduk, menyebar disekolah-sekolah terdekat. sampai akhirnya ada beberapa orang yang menghubungi kami, akhirnya kami mendapatkan beberapa murid. tapi tidak selancar yang kami bayangkan, ada saja orang tua dari murid kami yang sulit saat pembayaran. ada yang hanya membayar setengah, bahkan kami harus menagih berkali-kali agar mendapatkan hak kami. hingga saat ini bimbingan belajar privat kami masih berjalan, tapi kami belum mendapatkan murid baru karena kami belum sempat menyebarkan brosur.
3. saat termenung saya selalu berpikir usaha apalagi ya yang harus saya lakukan, saya pernah berencana menanam jamur, untuk dijual. karna saat itu saya lihat jamur sedang booming. saya menanyakan tempat jual bibit pada teman, tapi ternyata mereka semua mengatakan produksi jamur sedang rendah peminatnya dan banyak yang gagal. akhirnya sya mundur sebelum mencoba.
4. saat ini saya sedang mencoba berbisnis online dengan teman, untuk modal kami berdua mengambil dari tabungan masing-masing. kami pergi ke surabaya untuk mencari baju-baju yang bisa dijual. kami saat itu belum tau bagaimana caranya berbisnis inline tanpa modal. jadi kami harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk membeli baju-baju itu. kami sempat ragu, bagaimana jika baju-baju kami tidak laku, bahkan saya sudah berniat untuk memakai sendiri baju-baju saya itu. kami sadar kami kurang sekali pengalaman dalam hal berbisnis. tapi sampai saat ini kami masih berusaha menggeluti bisnis online ini, saya juga belum tau bagaimana nanti bisnis kami. modal kami hanya niat dan nekat. doakan saja :)