Tuesday, October 4, 2011

Petualangan Teletubies

by Oink

Ade, Umar, Imam dan Sobirin adalah empat sahabat yang tinggal pada satu desa. Mereka dikenal dengan Teletubies, karena jumlah mereka 4 dan mereka suka sekali mencobahal-hal baru layaknya kartun “Teletubies”. Setelah pulang sekolah biasanya mereka bermain bersama. Seperti anak kecil pada umumnya mereka sangat suka bermain terutama berpetualang. Dari keempat anak tersebut Sobirin adalah anak yang paling bandel. Si Umar suka mempengaruhi temannya, si Imam anak yang masa bodoh dan Ade sendiri anak yang selalu ingin tahu.
Suatu saat Sobirin mempunyai sebuah ide yang bisa dibilang “keren” bagi mereka yaitu berenang di sungai, padahal saat itu mereka belum bisa berenang. Umar dengan mulut apinya merayu-rayu mereka agar setuju dengan ide Sobirin. Si Imam setuju karena terpengaruh rayuan Umar begitupun dengan Ade yang mempunyai keingintahuan besar. Akhirnya merekapun menyetujui ide Sobirin dan bersiap siap.Sebelum berangkat ade meminta ijin kepada orang tuanya untuk pergi. Namun Ade berbohong, ia meminta ijin untuk pergi ke rumah neneknya bukan ijin untuk berenang di sungai. Sesudah mendapat ijin mereka pun pergi dengan riang.
Sesampai di sungai yang diceritakan Umar mereka pun mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu. Yah, namanya anak kecil masih belum punya malu merekapun berenang dengan telanjang bulat. Mereka bermain dengan riang tanpa peduli kalau sungai itu adalah sungai yang berbahaya karena sungai tersebut memiliki arus yang cukup deras juga ada pusaran air yang sewaktu-waktu dapat manarik mereka ke dalamnya.
Sedang asik-asiknya bermain tiba-tibe Ade berteriak, “ Heh diam, sembunyi semua!” sontak ketiga temannya langsung ambil posisi, ada yang tiarap di rerumputan, ada yang sembunyi di balik pematang dan ada yang menyelam. Ade melirik ke arah pematang dan berbisik lirih “ diam ada, ayahku!”. Ade melirik ke arah pematang, di sana berdiri ayah Ade melotot sambil celingukan. Diperhatikannya arah sungai sambil mengacungkan telunjuk ke arah mereka, beliau berteriak “ hoe! Naik kalian semua!”. merekapun mulai ketakutan dan mulai cepat-cepat memakai bajunya.
Sambil berjalan ke arah mereka, ayah Ade mematahkan batang ketela pohon yang ada disekitar sungai. Dan “cta...r,ctar...” bunyi batang ketela pohon yang disabetkan kekaki Ade, Adepun hanya meringis menahan rasa sakit. Keempat anak tersebut digiring bak pencuri yang tertangkap polisi. Ayah Ade marah-marah sepanjang jalan dan terus memukulkan batang pohon ketela tadi ke kaki ade, sampai di rumah Ade, Umar, Sobirin dan Imam disuruh pulang oleh ayah Ade dan dilaporkan ke ayah mereka kalau mereka berbohong dan bermain di sungai. Merekapun dinasehati kalau berenang di sungai itu berbahaya apalagi mereka belum bisa berenang. Sungai itu memiliki arus yang deras dan memiliki pusaran , kalau tidak hati-hati bisa terhisap ke dalamnya dan air bisa meluap sewaktu-waktu. ”Kalau mau berenang nanti ayah ajak ke kolam renang” kata ayah Ade.